| Ini bukan tuyul, tapi gue !! |
Hai backpacker gembel keceh,
apa kabar nih kalian? Katanya sih sehat-sehat aja yah? Ah, yang bener nih..
(ini apaan sih gak jelas.) Okeh, dipostingan kali ini gue mau sedikit
bercerita, lagi-lagi tentang Negara si Uncle Ho, yaitu Vietnam, tepatnya gue mau bercerita
tentang sebuah tempat bersejarah. Tenang, belajar sejarah dengan gue ini gak
akan nge-bete-in kok, palingan yah banyak bacotan doang. Hoho.
First, siapa yang ga kenal
atau gak tahu tentang perang Vietnam? Atau yang lebih dikenal dengan nama
Vietcong. (dibaca, Vietkong, bukan Vietcong, apalagi pocong.) Nah, bagi yang
gak familiar dengan Vietcong, coba gue gali lagi ingatan kalian. Hemm.. Tau
film yang berjudul "Rambo"?? Iya, film perang sepanjang masa yang
diperankan oleh Silvestre and Tweety ini memang sempat menjadi film terlaris
di-era-nya. Bahkan, filmnya pun dibuat beberapa sekuel, seperti Rambo 2, Rambo
3, Rambo 4, Rambo and Juliet, Rambo Goblet of Fire dan Rambo yang Tertukar. Pokoknya banyak !! Nah, dalam salahsatu episode Rambo itu, ada yang
bercerita tentang perang Vietcong, tentu saja dengan latar belakang di Vietnam,
masa iya di Cicadas. Kalau mainnya di Cicadas, bukan si Silvester Stellone yang
main, tapi preman terminal situ, si Asep Codet. #dibahas
![]() |
| Nih si Rambo lagi nembakin ayam !! (source : google) |
Nah lagi, setelah gue tonton
ulang filmnya, ternyata disitu si Rambo, sebagai pemeran utama, sangat sangat
jagoan dan tidak terkalahkan. Percaya atau ngga, semua tentara Vietnam berhasil
dia kalahkan dengan mudah banget !! Padahal ceritanya si tentara Vietnam itu
banyak banget, sedangkan si Rambo sendirian. Tentara Vietnam nembak pun ga
pernah kena ke si Rambo, tapi anehnya si Rambo nembak sekali, yang mati bisa 7
orang !! Terus Amerika menang perang !! MUAHAHAHAHAHA~ sungguh film konyol !!
Dari cerita gue diatas,
kalain bisa nyimpulinkan betapa epic-nya film itu, namun sekarang, dipostingan
ini, gue akan mengungkapkan suatu fakta yang mencenangkan. Sesuatu yang bakal
bikin kalian berpikir, bahwa Amerika itu gak keren-keren amat. So, here we go,
guys..
Cu Chi Tunnels, Nerakanya
Pasukan Amerika
Cu Chi Tunnels adalah saksi
bisu perang Vietnam, pada tahun 70-an, terjadi perang besar antara Vietnam dan
Amerika feat Sekutu (Tentara Amerika emang banyak kutu.) Nah, perang ini bisa
dibilang perang paling lama dan besar di Asia, mungkin dunia. Entah gara-gara
apa perang ini terjadi, tapi menurut ke-sok-tahu-an gue, perang ini terjadi
dikarenakan Amerika lagi iseng gak ada kerjaan, mereka pengen aja gitu ngejarah
sebuah negara, dan kebetulan negara yang terpilih itu adalah Vietnam. Amerika
masuk ke Vietnam pada awal tahun 70, mereka membombardir hampir semua wilayah
Vietnam. Namun, karena terlalu senga dan urakan, akhirnya warga Vietnam tidak
tinggal diam. Mereka sontak melawan dengan elegan. Sadar mereka tidak akan
menang bila perang secara langsung dengan Amerika dikarenakan persenjataan
mereka yang ala kadarnya, mereka memutar otak. Akhirnya, mereka membuat sebuah
strategi perang dengan gorong-gorong sebagai medianya. Yah, mereka membuat
terowongan bawah tanah (Tunnels) didaerah yang nantinya disebut Cu Chi.
Dari Ho Chi Minh City ke Cu
Chi Tunnels
Perjalanan gue menuju Ho Chi
Minh City ini bisa dibilang perjalanan spontan, sama hal-nya dengan Toul Sleng
Museum di Phnom Penh, Cambodia. Gue pun pertama kali tahu tentang Cu Chi
Tunnels ini dari sebuah acara TV swasta Indonesia. Entah kenapa, selalau ada
ketertarikan khusus untuk bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah, entah itu
bekas perang atau bahkan tempat pembantaian massal. Nah, saat trip keliling
Asia Tenggara ini, kebetulan gue dan Veby punya kesempatan buat datang ke Cu
Chi Tunnels, karena waktu kita di Ho Chi Minh lumayan banyak.
Untuk mengunjungi Cu Chi
Tunnels, biasanya wisatawan memilih untuk mengambil paket tour yang banyak
disediakan oleh travel agent di kawasan backpacker. Paket tour menuju Cu Chi
Tunnels ada dua pilihan, yaitu full day dari pukul 08.00 sampai 18.00, itu
termasuk kunjungan ke berbagai tempat lain seperti tempat pembuatan kerajinan
Vietnam dan Cao Dai Temple. Untuk yang half day hanya sampai pukul 15.00 saja,
dan hanya mengunjungi Cu Chi Tunnels saja. Tiket untuk full day tour kira-kira
10 - 16 USD, sedangkan yang half day tour adalah 5 - 8 USD. Harga tersebut
hanya untuk meng-cover transportasi bus dan tour guide saja. Tidak termasuk
tiket masuk ke Cu Chi yang berbandrol 80.000 VND atau sekitar Rp. 40.000,-
| Bus no. 13 |
Nah, karena gue backpacker
gembel nan keceh, dan haram hukumnya memakai travel agent selama masih bisa
independent. Maka gue dan Veby mencoba menuju Cu Chi Tunnels memakai angkutan
umum, bus. Ternyata tidak terlalu sulit untuk menuju Cu Chi Tunnels, gue hanya
perlu menuju terminal bus yang berada di tengah kota, lalu melanjutkan
perjalanan dengan bus no.13 menuju terminal Kin Tuoch dan naik lagi bus no. 79
menuju Cu Chi Tunnels. Sampai deh !! Mudah dan tentu saja murah !!
Diitung-itung berdua cuma abis 48.000 VND atau sekitar Rp. 24.000,- dan cuma memakan waktu kurang lebih 1 jam saja. Coba
bayangkan kalau kita harus bayar seorang Rp. 60.000,- nehi nehi deeeh~
| Gerbang masuk |
Sesampainya di pemberhentian
bus, kita diharuskan sedikit berjalan menuju gerbang Cu Chi Tunnels, gak terlalu
jauh kok jalan kakinya, kira-kira 37 langkah kita sudah sampai gerbang. Disini,
kita harus membeli tiket untuk masuk, tiket terdiri dari 4 bagian, yaitu tiket
masuk ke kawasan Cu Chi Tunnels, tiket masuk ke Cu Chi Tunnels nya, tiket tour
guide (kalau gak salah) dan terakhir tiket untuk snack diakhir tour Cu Chi
Tunnels. Awalnya gue pikir harganya mahal banget, satu orang diharuskan
membayar 80.000 VND, jadi 1 tiketnya itu seharga 20.000 VND. Kita musti beli
keempat tiket itu, gak bisa diketeng satu-satu, lo kira beli kutang apah !!
Walaupun harga tiketnya mahal, tetapi worth it banget loh !!






















