Perjalanan Bodoh 5 Sekawan ke Tangkuban Perahu


Halooooo backpacker-backpacker keceh dimana pun anda berada~

Nah, kali ini gue mau memperkenalkan sesuatu yang baru nih. Jadi ceritanya waktu itu kita (gue dan temen sekelas gue) lagi bete banget, nih. Awal liburan kuliah, tapi gak kemana-mana. Maka dari itu, dengan spontan kita langsung pergi aja ke Tangkuban Perahu di Bandung. Daaaaaaaaaaaaan membuat ini........Wan Wan Emoticons 13Wan Wan Emoticons 13Wan Wan Emoticons 13





Created by : @gladyzrocker

Description : Aaaaaaaaak~ Ini video pertama yang gue upload di Youtube seumur hidup gue. Jadi guys, selain nulis di blog, gue juga bakal bikin video-video absurd tentang perjalanan-perjalanan gue yang tentu saja absurd. So, nantikan video selanjutnya! :)

****************************** Batas Video Whatever I'm Backpacker ****************************

Saran : Tontonlah video di high-quality!!

Kenapa gue bikin video juga? Awalnya gue ngiri, sob, sama traveler/ backpacker yang bisa bikin video perjalanan mereka. Nah, tapi karena kamera gue juga gak terlalu begimana dan gue gak bisa bikin video yang indah-indah, maka sebagai backpacker gembel, gue bikin aja video perjalanan bercita rasa komedi. Yah, namanya juga Whatever I'm Backpacker. Bhihihik.Wan Wan Emoticons 10

So, ini baru tester doang. Gue lagi coba-coba, dan untuk video berikutnya gue bakal bikin video tutorial mencuci di westafel lah, perjalanan gue ke Sumatera lah, atau bahkan gue bakalan bikin video backpacker-an gue keliling Asia Tenggara tahun lalu bareng..... emmm.... ya udah lah yah.

Hihi.. enjoy video-nya yah backpacker backpacker keceeeeeeeeh~

Ngapain sih lo traveling?



*uhuk*

Halo para backpacker-backpacker keceh..

Bukan... bukan... foto yang ada di atas itu bukan foto gue kok. Gue belom pernah ke Raja Ampat, kesian yah!

Itu foto Bang Regy, pas dia terpilih jadi salahsatu petualang ACI detik.com, sama kek gue.

Jadi..

Kali ini gue mau cerita sedikit nih tentang pengalaman gue selama backpacker-an. Ini akan menjadi tulisan serius yang bakalan bikin kalian dan gue sendiri mikir...

Berawal dari sebuah twit dari Bang @regycleva, rekan gue pas ikut ACI detik.com, tentang sebuah tulisan di blognya. Akhirnya gue iseng klik link-nya dan gue baca tentang sebuah artikel yang di buat kak Diana, temen seperjalanan Bang Regy pas ikut ACI ke Raja Ampat. (Nyet, ribet banget yah gue ngenalin-ngenalinnya.) Pokoknya Bang Regy dan Kak Diana ini adalah rekan gue di ACI detik.com~

Terus..

Nah di postingan itu gue baca..

Sorga Atau Neraka Raja Ampat, oleh @kebobunting 

Siapa yang tidak pernah mendengar Raja Ampat yang terkenal dengan sorga bawah lautnya? Seluruh media, baik cetak maupun televisi, baik nasional maupun internasional, semuanya meliput mengenai Raja Ampat.

Saya melakukan survey kecil-kecilan kepada teman-teman saya. 7 dari 10 orang yang saya tanyakan, menjawab Raja Ampat sebagai dream destination mereka.

Dua tahun terakhir ini, Raja Ampat memang menjadi buah bibir para traveler dan diver di seluruh dunia. Semua orang berlomba untuk dapat berlibur ke Raja Ampat, tidak terkecuali Pangeran Monaco. Tanggal 5 sampai 12 Desember 2010 yang lalu, Pangeran Albert II dari Monaco berserta rombongan mengunjungi  Raja Ampat dan dibuat terpesona akan keindahannya.

Selama 2 minggu lebih menjelajahi Papua Barat, saya melihat betapa kayanya negeri kita. Sebuah sumber daya alam yang membuat iri negara manapun di dunia. Keindahan Raja Ampat membuat para investor asing tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka berlomba-lomba untuk mendirikan resort mewah dengan harga jutaan rupiah permalamnya.

Buat saya tidak ada yang salah dengan semua itu. Saya percaya, betapa mempesonanya negeri kita ini, hingga siapapun yang datang ke Indonesia merasa menemukan ‘rumah’ mereka. Tidak sedikit orang asing yang bahkan lebih Indonesia daripada orang Indonesia sendiri. Kecintaan mereka untuk melestarikan budaya negeri kita dan kekayaan alam Indonesia, patut ditiru dan diacungi jempol.

Tetapi…

Tetap saja ada sesuatu yang mengganjal pikiran saya.

Saya bertanya-tanya, “Mengapa kemajuan pariwisata di Papua tidak berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat Papua itu sendiri?”

Selama 2 minggu lebih menjelajahi Papua Barat, saya melihat seuatu yang sangat kontras dengan semua keindahan dan kekayaan tanah Papua yang saya tulis. Sebagian besar penduduk Papua hidup dalam kemiskinan. Baik miskin secara materi ataupun miskin secara ilmu.

Dengan adanya resort-resort mewah, tambang dan lembaga-lembaga konservasi di Papua, ternyata sedikit sekali kontribusi yang diberikan untuk kesejahteraan penduduk setempat. Kebanyakan kampung-kampung di Papua masih sangat minim sarana pendidikan dan kesehatannya.

Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.

Anak-anak dengan ingus menggantung di hidung mereka, memakan karbohidrat dengan lauk karbohidrat juga.

Rumah-rumah yang tidak layak dihuni (menurut saya).

Rumah-rumah yang tidak memiliki kakus dan penghuninya harus berjalan ke toilet umum terdekat untuk buang air dan mandi.

Anak kelas 5 SD yang tidak bisa baca tulis.

Seorang anak yang harus berjalan jauh berkilo-kilo meter melewati hutan untuk dapat bersekolah.

Seorang anak yang tidak memiliki ibu karena meninggal saat berjuang untuk melahirkan.

Ah, masih banyak cerita mengenai kemiskinan di Papua, saya bisa menceritakannya sefasih saya menceritakan mengenai keindahannya. Saya seperti menemukan neraka berada di tengah-tengah sorga.

Sepulang dari Papua Barat, saya merasa punya PR yang saya tidak tahu bagaimana menyelelesaikannya. Menurut saya masalah ini adalah PR untuk kita semua. PR untuk pemerintah, PR untuk para investor asing maupun lokal, PR untuk pengusaha-pengusaha tambang, PR untuk para traveler, PR untuk semua yang mengaku ‘Aku Cinta Indonesia.”
Saya di sini bukan untuk menggurui, hanya ingin berbagi.

Mungkin tulisan saya terdengar berlebihan, sok tau, sok idealis atau menjurus ke naif.

Entahlah…. Saya hanya merasa saya perlu untuk menulisnya karena sejujurnya dengan segala keterbatasan saya, tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka kecuali dengan menulis.

Mungkin dengan tulisan ini ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk menjadi tenaga pendidik atau medis di Papua?

Atau mungkin ada yang memiliki dana lebih untuk membantu mendirikan sekolah atau klinik di sana?

Atau mungkin dari pemerintah ada yang tergerak untuk meninjau ulang dan melakukan sesuatu mengenai fasilitas pendidikan, kesehatan dan juga lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sana?

Atau para traveler ada yang mau mencoba eco pariwisata berbasis masyarakat lokal di Papua? Seru lho!

Atau mungkin cukup dengan berbagi mengenai tulisan ini di Facebook atau Twitter.

Sarah Diana Oktavia.

******************************** Batas tulisan Kak Diana*********************************

*hening 3 bulan*

Miris gak lo bacanya?

Sedih gak lo bacanya?

Nganga gak lo bacanya?

Jadi bikin mikir gak lo bacanya?

Baca gak lo?

#4 Sabang, Bikin Gue Mupeng!

Heihoooo backpacker-backpacker keceh semuaaaa~
 
Kali ini, gue mau melanjutkan cerita gue di Sabang, nih. Oiya, gue juga mau ngingetin nih, buat kalian yang sering nongkrong di depan laptop atau desktop, sering-sering dong dengerin gue siaran di Whatever I’m Backpacker Radio, selain bisa dengerin lagu-lagu keceh, gue juga sering banget sharing tentang backpacking, destinasi-destinasi keren dan juga tips-tips buat jadi backpacker alias pejalan hemat.Onion Head Fanmade Emoticons 17

Ok.. ok.. tapi buat kalian yang mau tau gue lagi siaran apa ngga di Whatever I’m Backpacker Radio, kalian boleh langsung cek loh di twitter gue @takdos. Kalo lagi siaran, gue pasti bakalan koar-koar di TL. Muehehehe~

Nah, di postingan sekarang, masih melanjutkan perjalanan gue ke Aceh sebagai backpacker keceh. Gue mau bikin kalian ngiri to the max, guys! Yoyo & Cici Emoticons 45

Jadi tuh yah, gak banyak tempat yang bisa bikin gue nganga sampai iler netes bergalon-galon. Dan gak banyak juga tempat yang bisa bikin hati gue nyaman, setelah ditinggal olehnya. Yah, cinta kami memang harus berakhir waktu itu, dan sekarang gue sedang dalam tahap untuk membersihkan sisa-sisa kenangan di hati, agar siapapun nanti yang menempati hati gue, dia bisa nyaman tinggal di sana berlama-lama. Tanpa ada lagi sesak oleh kenangan lama.

Blah! Kenapa jadi galau? Hadeuh, sebagai backpacker gue merasa gagal.Onion Head Fanmade Emoticons 22

Ok, jadi gini, guys! Melanjutkan perjalanan mewah gue di Sabang, Aceh. Gue sekarang tengah berada di kawasan Panti Iboih, nih. Standarlah, pantai Iboih ini memiliki pasir putih halus, dan laut yang berwarna biru jernih. Tipikal laut-laut di Indonesia. Namun apa yang membedakan pantai ini dengan pantai lainnya? Gue. kalo lagi backpacker-an, selalu mencari sesuatu yang berbeda, sob. Gue orang yang anti-mainstream. Ketika orang hanyut dengan keindahan alam, gue bisa hanyut dengan kesaktian mushroom. Ketika orang berbinar-binar memandang sunset, gue bisa aja lagi mabok tepar gegara abis nenggak minuman khas daerah yang gue kunjungi. Pokoknya gue anaknya anti-mainstream banget, sob!

Tapi karena kali ini gue melakukan perjalanan gratis alias dibayarin pemerintah, mau gak mau gue kudu ngikutin itinerary yang udah dibuat oleh mereka. Nah, kebetulan pagi ini adalah waktunya bersenang-senang sakarep koe. Jadi pagi buta banget gue udah bangun buat nikmatin sunrise di pantai sumur tiga bareng travel-mates gue. Sebenernya gue gak terlalu liat sih proses munculnya matahari itu, gue malah lebih milih tidur di hammock yang ngegantung cantik di antara dua dahan pohon kelapa. Lebih menggiurkan!


Sumur Tiga ini adalah sebuah pantai yang.... hemm... berpasir putih.. hemm... apalagi yah? hemm... yah pokoknya pantai yang banyak pohon kelapanya deh. Kalo lo pengin meningkatkan skill memanjat pohon, mungkin di sini adalah tempat yang sangat tepat.

Indonesia Travellers Agents - Tim Pulau Weh yang Keceh!

The Beginning is Here

Yoo.. Whasaaaap para backpacker backpacker backpacker backpacker backpacker backpacker backpacker gembel.. *semangat membara*

Kali ini gue mau memberikan sesuatu sentuhan yang berbeda di blog gue. Bukan.. bukan.. gue bukannya mau nyentuh-nyentuh layar monitor di laptop gue kok bukan. #krik

Ah apa pula ini awalan yang garing.. Gintama Elizabeth Emoticons 13

Yaudah, langsung tanpa basa-basi aja lah, sob! Jadi, masih ingat dengan perjalanan gue di Aceh? Kalo kalian yang baru baca blog gue, kalian boleh baca-baca juga postingan-postingan cerita gue saat backpacking ke Aceh. Sebenernya sih bukan jadi backpacker juga. Kebetulan, pas traveling ke Aceh itu gue dibayarin, sob! Sama Kemenparekraf alias Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Indonesia Kreatif.

Jadi singkat cerita, gue ngikutin lomba yang mereka adakan itu. Sebagai backpacker gembel, gue merasa terpanggil dong kalo ada lomba-lomba yang hadiahnya jalan-jalan gratis.

Nah, pencarian orang-orang terpilihnya itu ada syaratnya, man! Jadi gak asal lo daftar terus lo bisa jalan-jalan gratis. Nggak kayak gitu! (Yaiyalah yah!)Onion Head Emoticons 35

Jadi, si Kemenparekraf dan Indonesia Kreatif ini bekerjasama mencari orang-orang yang konsen terhadap bidang pariwisata. Diantaranya adalah, mereka mencari :
  • 5 orang videographer
  • 5 orang photographer
  • 5 orang adventurer
  • 5 orang blogger
  • 5 orang-orangan sawah
Nah, jadi gitu. Singkat cerita lagi, gue sebagai backpacker keceh sekaligus travel blogger, mendaftarlah gue ke kriteria yang tentunya menjadi spesialisasi gue, yaitu..... orang-orangan sawah.

Oh, tentu bukan..

Gue mendaftar menjadi blogger, sob! Blogger itu adalah Goblok tapi seger. Ya kayak gue gitu deh. *ditimpuk blogger se-dunia*Onion Head Emoticons 26

Yaudah, akhirnya dari ratusan orang yang mendaftar, gue secara mulus berhasil menjadi salah satu dari 5 orang-orangan sawah blogger yang terpilih berkat... Ya apalagi kalo bukan gegara blog Whatever I'm Backpacker ini, ditambah dengan sedikit kegantengan gue. #tsaaaaaah 

Dan gue bangga, man! Dari (mungkin) ratusan travel blogger yang mendaftar, gue terpilih menjadi 5 besarnya. Pilihan kementrian, man! Ke-men-tri-an! Alhamdulilaaah~

Travel Blogger Adalah Ujung Tombak Pariwisata Indonesia!


Selamat tahun baru para backpacker gembel keceh nan membahana! Buset, gak kerasa udah tahun 2013 lagi, dan udah banyak juga tiket yang gue kantongin buat trip tahun ini.Wan Wan Emoticons 10

Sebenernya, bukan ini postingan yang ingin gue jadikan pembuka di tahun 2013. Tapi berhubung gue nemu sesuatu yang menohok hati gue tadi. Maka gue akan sedikit sharing tentang keterkaitan travel blogger dan pariwisata Indonesia.

Jadi gini..

“Miris!” adalah satu kata yang terlintas di pikiran gue saat membaca sebuah artikel berita di detik(dot)com >> Detik Gimana nggak? Judulnya aja udah bikin gue pengin berak di muka Farhat Abbas yang mau nyalonin jadi Presiden Indonesia. Hih! Presiden Indomie aja lu sono, laler! Maaf gue emosi, guys.Yoyo & Cici Emoticons 30

Oh iya, jadi gini. Artikel detik itu berjudul, “Libur Kuliah, Cinta Laura Duta Pariwisata Bali” dan pas baca judulnya aja gue udah merinding kejer berpotensi ayan. Oke. Terus gue lanjutin baca artikel tersebut sampai habis, sambil meringis.

Intinya adalah, si Bule ketek itu lagi libur kuliah – Dari Amerika, dia ke Bali buat liburan – Di Bali, dia pergi ke Pantai Lovina, Bali Utara – Ketemu Bupati sana – Ngobrol – Eh, langsung dijadiin Duta Pariwisata.  Ada yang salah? Tentu saja ada! Atas klarifikasi apa dia bisa dijadikan duta pariwisata? Apa dia tau di Bali Utara itu ada apa aja? Apa dia tau, dengan mengemban status sebagai “Duta Pariwisata” Maka dia harus benar-benar mempromosikan daerah itu? Apa dia berkompeten? Apa Bupati itu goblok? Apa Bupati itu cuma cari muka? Apa mukanya ilang dibawa kucing? Alahualam!

Terus lagi, yang paling kocak adalah, di akhir-akhir artikel, Si bule Ketek malah nuntut si Bupati buat bersihin pantai. Fix, ini dua orang tolol yang lagi nyimeng terus ngobrol tentang mempromosikan pariwisata Bali Utara. Crazy!HeyHeyPig Family Emoticons 17

Nah, terus apa maksud gue nulis postingan semacam ini?

Mari kita balik ke bulan November 2012, saat gue ditunjuk untuk menjadi pembicara sebuah event di Bandung, dengan tajuk “Travel Blogger Adalah Ujung Tombak Pariwisata Indonesia.”

Di situ gue dikasih bahan talkshow yang gak pernah terpikirkan sama sekali sebelumnya. Travel Blogger? Ujung Tombak Pariwisata? Lah, emang iya?

Akhirnya, sehari sebelum talkshow itu, gue mencoba untuk mencari dan mempelajari isi dari tajuk tersebut. Dan setelah gue telusuri dan pelajari. Onion Head Emoticons 22 

Gue baru kepikiran dan “ngeh” ternyata postingan/ artikel-artikel yang di buat oleh para travel blogger itu berandil besar terhadap kemajuan pariwisata Indonesia.

Pas Talkshow. Ganteng yah gue?

Kenapa? Coba kita balik lagi melihat ke diri kita sendiri. Gue yakin, setiap kalian ingin berpergian, traveling atau backpacker-an, kalian pasti akan melakukan cek dan ricek terlebih dahulu. Misalnya kalian ingin ke Pantai Lovina, dan ini adalah perjalanan pertama kalian kesana, pasti kalian akan googling dan menemukan berbagai macam sumber referensi dari berbagai macam blog para travel blogger. Entah itu jalur menuju kesana, budget yang diperlukan, atau pun tips dan trik selama berada di sana.