AKHIRNYA !! Whatever I'm Backpacker Menjadi Buku !!


 
"Gabungan antara gemeter dan pengen nangis, megang buku dengan nama kita sendiri sebagai penulisnya."

Itulah twit pertama gue saat pada akhirnya gue bisa merealisasikan mimpi gue. Punya buku sendiri !! Whatever I'm Backpacker yang cuma kalian bisa baca di blog, akhirnya berpindah media. Akhirnya, tulisan-tulisan gue di blog bisa kalian baca di buku, guys !! Yups !! Whatever I'm Backpacker sudah menjelma menjadi seonggok buku keceh yang siap lo baca. Tentu dengan membelinya terlebih dahulu. MUAHAHAHA :))

Ok, agar lebih berasa susahnya bikin buku ini. Gue kasih tahu sejarah singkat tentang buku gue ini..

Beberapa waktu lalu, dipostingan gue sebelumnya (bisa baca disini nih --> Hasil dari sebuah passion), gue pernah cerita tentang awal mula gue bikin buku ini. Dari yang nyicil tulisan sedikit-sedikit, sampai akhirnya gue memberanikan diri untuk menjadikan tulisan gue ini menjadi sebuah benda yang disebut buku !!

Seharusnya buku ini udah jadi 2 minggu yang lalu. Tapi karena salah cetak dan gue berantem sama tukang cetaknya, akhirnya semua harus mulai dari awal lagi. Gue cetak dari nol lagi.

Satu tahun, waktu yang gue butuhkan untuk membuat buku ini. SATU TAHUN !! Jangan tanya perjuangan apa saja yang udah gue lakuin buat wujudin buku ini. Cukup dengan membacanya saja..

Berikut beberapa testimonial dari para endorser buku gue:

"Ringan tapi informatif. Penting buat yang pengen liburan tapi ogah jadi turis bingung!" - Ernest Prakasa (stand up comedian) @ernestprakasa

"Baca buku ini bikin gue ngerasa ikutan bertualang gila bareng adis didalemnya.. haha koplak bgt dan tips-tipsnya mudah dicerna dan dicerca #eh .. pokonya abis baca ini gw langsung berburu tiket murah jadinya .. wanna join?" - Milly Ratudian (arsitek, bentar lagi jadi artis #ngarep | "THE SUGAR BABE"  alias cewe SUka GARing) @millyshafiq

"Iri. Setelah membaca buku ini, satu hal yang menyelimuti saya adalah iri. Iri mengapa saya tidak seberani Adis. Iri mengapa saya tidak seliar Adis. Iri mengapa saya tidak senekat Adis. Dan iri mengapa saya tidak bepergian sebanyak Adis. Buku ini menggambarkan petualangan seru seorang cowok gila yang mengajak pembacanya untuk ikut seru-seruan dan menggila bersama di perjalanan yang brutal dan penuh warna. Tertarik mengikuti jejak Adis menjadi backpaker gila? Kamu wajib baca buku ini ;-)" - Haqi Achmad (Pencerita, penulis skenario Poconggg Juga Pocong the movie) @haqiachmad

"Tulisannya adalah representasi sosok Adis. Anak muda yang meledak-ledak, antusiasme tinggi dan traveling adalah passionnya. Tulisannya lugas khas anak muda dan membawa kita ke petualangan ala backpacker. Well said, Dis!" - Ariyanto (travel writer) @ariysoc

"Hanya sedikit penulis muda seperti Adis yang mampu menuliskan pengalaman jalan-jalannya dengan kemasan komedi yang khas, meledak-ledak. Namun juga cerdik untuk diam-diam membuat kita merenung ditiap kenekatan dan kegilaan masa mudanya. Saya berani bilang Adis salah satu penulis berbakat di generasinya. Salut!" - Andrei Budiman (penulis buku best seller Travellous) @travellous


My book is for you..

"Ini buku lo dis ??"

Yaiyahlaaah~ Masa bukunya SBY.. Ini buku yang gue tulis sendiri hehe..

"Penampakan bukunya mana ??"

 ini nih penampakan bukunya,,



"Judulnya apa broh? Terus isinya tentang apaan ??"

Pertanyaan yang keceh !! Buku gue ini berjudul sama dengan blog gue, yaitu "Whatever I'm Backpacker" Isinya tentang cerita backpackier-an gue di Singapur, Malaysia, Thailand, Bali, Kalimantan Timur, Pulau Derawan dan lain-lain. Di buku ini juga, gue sharing tips dan trik untuk yang mau jadi Backpacker keceh semacam gue. Hahaha

"Loh, bukannya buku tentang perjalanan lo keliling Asia bareng pacar itu yah??"

BUKAAAAAN !! Itu gue bikin nanti di buku kedua. Dan kenapa gue nulis buku yang pertama ini tanpa ada cerita gue tentang keliling Asia Tenggara itu? Soalnya di buku pertama gue ini, lebih mengisahkan tentang destinasi-destinasi yang cocok sekali sebagai destinasi pertama untuk para backpacker newbie. Maka dari itu juga gue selipkan tips dan trik-nya. :)

"Lah, itu bukannya udah ada di blog lo ini yah, dis??"

Yups !! Sebagian besar cerita udah pernah gue posting di blog ini, tapi yang membedakan adalah, di buku gue ini, gue menceritakannya lebih jelas dan detail. EYD nya pun baik dan enak dibaca. Ceritanya lebih gue kembangkan lagi daripada tulisan di blog yang asal-asalan aja hehe..

"Harganya berapa juta, dis ??"

Tenang, gak ampe jutaan kok. cuma Rp. 35.000,- sajaaaah~ (Diluar ongkos kirim tapi yah)

"Gue bisa beli di toko buku gak, dis ?? Semacam di Gramedia, Gunung Agung atau KFC ??"

#heningsebentar #pfffft..

Buku gue ini buku indie guys, jadi, lo cuma bisa beli di gue langsung atau ngga lewat online, nanti gue kirim pake TIKI atau gak awan kinton~

"Ooh gitu dis.. jadi menurut ngana, gue harus gimana buat bisa beli buku ngana?"

Kok jadi orang Ambon sih :|

Okeh, jadi gini guys, lo bisa beli buku gue yang limited edition ini lewat online. Ada beberapa cara yang bakal gue bikin supaya mempermudah lo buat beli buku gue, yaitu ;

  1. Kirim email ke whateverbackpacker@gmail.com
  2. Tulis dengan subject : BUKU
  3. Tulis alamat tujuan pengiriman buku, selengkap-lengkapnya. (Beserta jumlah buku yang dipesan)
  4. Untuk ongkos kirim, silahkan cek ke situs JNE disini : http://www.jne.co.id/  Terus, lakukan pembayarannya. (Harga buku + Ongkos kirim)
  5. Setelah selesai, silahkan konfirmasi pembayarannya ke gue. Bisa lewat twitter gue di @takdos atau gak langsung komen dipostingan ini. Atau gak juga, bisa SMS ke nomer gue di 085624112227 (kalo ada pulsa gue bales, kalo ga ada yah mending ke twitter aja yah)
"Pembayarannya gimana, dis ??"

Pembayaran bisa langsung dikirimkan melalui rekening BCA gue :
1571.3666.44 atas nama Mochamad Takdis

Atau, ke rekening Bank Mandiri :
157.00.0133414.4 atas nama Veby Melisa

"Gue gak mau ribet dis, cara gampangnya aja gimana deh ??"

OKEH PEMIRSAH !! Bisa langsung mention gue aja ke @takdos atau gak SMS aja, nanti gue yang urus. Kagak usah lewat email-email-an deh yah !! #okesip 

Atau mau lebih gampang lagi, COD-an aja deh, langsung ketemu sama gue di Bandung yah..

 "Terakhir nih pertanyaan dari gue, dis?? Gue kudu beli ga yah??"

BELI DONG SEMPAK !! #pfttttt


Selamat Membeli dan Membaca, guys.. ciuuuuuuuuum :****

Tentang tulisan gue, dari Nominasi Travelista Kaskus ke Travel To Asian


Berawal dari masuknya tulisan gue sebagai 10 tulisan yang masuk nominasi Travelista ThreadCompetition di Kaskus. Padahal tulisan itu cuma tulisan asal-asalan doang, and like what you know, tulisan gue jauh banget dari tulisan-tulisan tentang traveling kebanyakan. Malah gue pikir tulisan gue ini lebih ke humor dibandingkan travelingnya :|

Nah, singkat ceritanya, karena tulisan gue jadi Hot Thread di Kaskus, dan masuk 10 nominasi terbaik tulisan di Travelista Thread Competition - Walaupun pada akhirnya gak menang :'((, tapi gue udah seneng banget !! Apalagi ketika suatu hari yang cerah-merona-memancarkan-sinarnya, salah satu jurnalis dari web Travel to Asian meminta tulisan gue dimuat di web-nya, dan dialih bahasakan ke bahasa Inggris. (Karena web ini memang berbahasa Inggris, bukan bahasa Sunda. Kalau bahasa Sunda, yah berarti jadi dialih bahasakan ke Bahasa Sunda, kalau web-nya pake bahasa Aborigin, yah berarti bahasanya bahasa Aborigin.) #dibahas

Nah, gue seneng dong, secara itu web yang lumayan banyak dikunjungi, tapi yang agak ngeganjel itu adalah, apa bisa tulisan gue tentang Lombok yang amburadul dan banyak jokes jokes ala Indonesia-nya ini ditranslate ke bahasa inggris? Terus bahasa-bahasa alay-nya juga memang bisa ditranslate ke bahasa Inggris? Apa jadinya coba?

Dan setelah meng-iya-kan tawaran dari Travel to Asian, jadilah tulisan tentang keindahan pantai-pantai di Lombok itu sekarang berbalut bahasa Inggris. Aheuuuuy~

Berikut tulisan yang gue copas dari web Travel to Asian ;

#2 Siem Reap - Apa Yang Bisa Lo Lakuin di Siem Reap

"Kamboja adalah negara miskin, mungkin negara paling miskin di Asia Tenggara.."

Seorang lelaki berperawakan kecil dengan sebelah tangannya yang cacat tetiba berbicara dengan bahasa Inggrisnya yang sedikit terbata-bata, seakan menjawab kebengongan gue ketika untuk pertama kalinya gue masuk ke negara Kamboja melalui jalur darat dari Thailand, melalui jalur perbatasan Poipet.

Gimana gak bengong. untuk pertama kalinya gue lihat kantor imigrasi yang bangunannya terbuat dari triplek !! Iya, bener, triplek yang kaya di warteg-warteg. Bukan cuma itu, di dalam bangunannya pun sangat sempit dan gak ada AC sama sekali !! Yang ada cuma kipas angin doang, itu pun gak nyala. Dan yang paling aneh dari yang aneh adalah, ternyata di dalam bangunannya tumbuh sebuah pohon besar yang menjalar ke atap. Entahlah, gue bingung mau nyebut ini imigrasi apa.... Ah, sudahlah..  #pfftt
 
di dalem imigrasi ada pohon lah :))))

Menurut gue, sebuah bangunan imigrasi adalah cerminan sebuah negara. Kenapa? Karena imigrasi bagaikan pintu gerbang negara tersebut. Tapi setelah gue lihat sekeliling imigrasi, yah gue agak maklum sih. Jalanan berdebu, bangunan kumuh, para pengemis yang jauh dari kata makmur, sampai serakan sampah yang bertebaran dimana-mana semakin memperjelas bagaimana muka dari negara Kamboja ini.

Namun anehnya, diantara kekumuhan tersebut, berdiri beberapa bangunan megah, malah super megah menurut gue. Yah, ada beberapa hotel bintang 5 dan kasino-kasino yang berdiri kokoh diperbatasan antara Kamboja dan Thailand tersebut. Masyarakat sana sih bilangnya, kenapa kasino banyak dibangun diperbatasan adalah untuk menghindari pajak negara. Pintar !! (maksud gue kasino tempat judi yah, bukan kasino Warkop DKI) #yakalii

Ok, mari kita skip perjalanan gue dari imigrasi hingga menuju kota Siem Reap, karena itu akan ada di buku gue yang kedua tentang perjalanan gue keliling Asia Tenggara bareng pacar. #TravelinLoveSEA #promositerselubung

Jadi, apa yang bisa kita lakukan di Siem Reap ?? Banyak banget !! Apalagi mau bikin dosa, disini tempatnya !! Etapi nggak gitu juga deng.. Siem Reap adalah kota yang jauh dari kata membosankan, seenggaknya dari subuh sampai ketemu subuh, banyak banget kegiatan yang bisa lo lakuin. Mari gue uraikan, apa saja yang bisa lo lakuin mulai dari gelapnya subuh sampai gelapnya malam di kota tempat Charlie Chapline pernah berlibur ini.

Subuh

Sunrise at Angkor Wat

Dari matahari belum nongol, lo udah bisa beraktifitas di kota Siem Reap. "Aktifitas apa memang yang bisa kita lakuin subuh-subuh, dis? Maling kutang? Apa koprol tengah jalan?" Eits, tenang dulu, di Siem Reap, kalian bisa pergi ke komplek candi Angkor Wat dan melihat sunrise disana. Merasakan sunrise dengan latar belakang bangunan candi maha megah Angkor Wat akan membuat kalian melongo takjub !! Setelah melihat sunrise, kalian bisa melakukan tour keliling candi yang konon adalah komplek candi terbesar di Asia Tenggara ini, maka jangan heran kalo kalian harus mengalokasikan waktu seenggaknya hingga tengah hari untuk menjelajahi semua candi-candi di Angkor Wat. Untuk detail ceritanya, akan gue uraikan dipostingan berikutnya khusus tentang Angkor Wat. Otreeeeh~

Travel Quotes !!

pic from google

Travel Quotes, yang artinya dalam bahasa Indonesia-bebas-semau-gue adalah kutipan-kutipan kalimat keceh tentang perjalanan, ini memang selalu menjadi andalan gue dalam menulis di blog, selain untuk mempercantik tulisan, travel quotes juga memberikan arti lebih dalam terhadap sebuah tulisan perjalanan.

Nah, Malem tadi, gue (@takdos) sama Mbak Dina (@DuaRansel) mainan beginian nih di twitter, kita sharing tentang travel quotes - travel quotes yang keceh dan mukhtahir. Hingga tercetuslah ide untuk mengumpulkan travel quotes - travel quotes dari para temen traveler kita di twitter yang nantinya akan dikumpulkan menjadi sebuah tulisan di note FB Dua Ransel dan blog gue ini, baik itu hasil nyomot quotes orang ataupun quotes bikinan sendiri.

Kenapa travel quote? Karena sadar atau gak sadar, gue sering "terpaksa" terinspirasi untuk traveling hanya dengan membaca beberapa buah kalimat saja, contohnya ;

"The world is book and those who do not travel read only one page" - St. Agustine #TQ

See !!?? Dengan baca gituan doang gue sampai orgasme pengen jalan-jalan !! Ah, sungguh aneh~

Dan maka, dari banyaknya twitter yang gue dan Mbak Dina ReTweet dengan tagar #TQ dan #TravelQuote gue akan mulai memaparkannya satu-satu disini, beserta si empu yang punya quote-nya..

Because sharing is caring..

@takdos: Melangkahlah, melangkahlah sejauh kau bisa. Lihatlah keindahan Indonesia, sebuah negeri yang pantas disebut surga. #TQ

@nidaa_: Pergi ketempat kamu pengn prgi,krna km cm pnya 1ksmptn didunia -nn.#TQ

@takdos: Konon bumi ini milik mereka yang mau berhenti sejenak untuk melihat-lihat lalu meneruskan perjalanan - anonymus #TQ

Tips Mencuci Baju di Westafel (Backpacker style)

Selain sebagai tempat cuci tangan, westafel juga ternyata bisa dipakai buat mencuci baju, walaupun sering kali gue pakai westafel buat tempat kencing atau bahkan muntah.

Buat seorang backpacker, menghemat budget adalah hal yang paling mutlak wajib dilakukan. Menekan biaya bisa dilakukan dari beberapa aspek, seperti menggunakan transportasi umum dengan kelas ekonomi, membeli makanan murah tapi kenyang, menyewa penginapan yang gak-peduli-gimana-bentuknya-asal-bisa-tidur sampai ke hal paling absurd, yaitu mencuci pakaian di westafel, secara kalau pake jasa laundry gak terlalu mahal sih, cuma kan sayang uangnya, bisa dipake buat hal yang lain.

Gue, kalau lagi traveling sering banget nyuci di westafel, selain menghemat biaya, pekerjaan ini pun membuat otot tangan kita semakin kuat, yah itung-itung lagi fitness lah yah. Walaupun kelihatannya mudah, tapi mencuci di westafel itu membutuhkan skill dan keuletan tersendiri. Oh iya, by the way, kalian tau kan apa itu westafel? Westafel itu adalah cemilan asoy semacam tango. Wafer itu mah, dis. Jauh banget :| *toyor adis*

Gak banyak bacot..

Di postingan ini gue mau share langkah-langkah atau tahap-tahap mencuci di westafel, cekidot, guys :

1. Pastikan westafelnya ada. Karena ini cara mencuci di westafel, jadi kalau gak ada westafel yah gak bisa. YAIYAH LAH YAAAAAAH !!


2. Siapkan Pakaian kotor yang mau dicuci jangan yang bersih karena buat apa juga dicuci, dan jangan juga siapkan piring, karena ini bukan restoran padang.


3. Siapkan sabun cuci berwarna cantik. Inget, sabun cuci yah, bukan sabun mandi apa lagi shampo metal !! 

Festival Teluk Jailolo 2012, Gue Pasti Kesana !!


Festival Teluk Jailolo 2012

Mungkin banyak yang belum mengenal Festival Jailolo, jangankan festivalnya, tempat diselenggarakan festival-nya pun mungkin masih banyak yang tidak tahu. kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara adalah tempat dimana diadakannya Festival Teluk Jailolo ini. Sebelum nge-follow @Jailolo2012Fest, gue pun sama sekali gak tau ada apa disana, ternyata setelah membaca twit-twit dari si admin @Jailolo2012Fest, buka websitenya di http://festivaltelukjailolo.com dan googling tentang Halmahera Barat, gue baru sadar, ternyata Halmahera Barat dengan segala keindahannya berhasil membuat gue meneteskan air liur dan membasahi keyboard. Wow, such a heaven !!

Tapi mungkin mimpi kali yah gue bisa kesana, secara setelah di cek, biaya kesana itu mahal banget !! Mungkin bisa seharga operasi plastik di Thailand !! Gue sebagai ex-mahasiswa dan pengangguran keceh jelas gak sanggup buat main ke Festival Teluk Jailolo. *nangis*
 
Hingga pada suatu hari..

Admin @Jailolo2012Fest nge-twit dan akhirnya gue tahu kalau http://festivaltelukjailolo.com ngadain kuis buat jalan-jalan gratis kesana, ke Halmahera Barat !! Wohooooo.. !! *nari tor-tor keliling monas*

Dengan keinginan jalan-jalan gratis tingkat dewa, akhirnya gue ikutan kuis-nya, membuat tulisan tentang :

a. kenapa saya mesti mengikuti acara Festival Teluk Jailolo 2012?

Min, plis deh ah.. Gue adalah orang yang sangat cinta dengan Indonesia, gue sering backpacker-an, dan gue selalu bawa bendera Indonesia kemana pun gue pergi. Mungkin ini adalah trademark gue kalau lagi traveling. Yah, gue dijuluki “si anak bendera Indonesia” karena sering ngibarin bendera Indonesia dimanapun saat gue traveling, baik dalam maupun luar negeri. Gue cinta Indonesia.

Dan kenapa gue mesti ikut acara Festival Teluk Jailolo :

  1. Gue cinta sama pantai !! Gue bisa “main air” seharian sampai mabok laut, dan Jailolo adalah tempat yang pantas buat menampung ke-cinta-an gue terhadap pantai !!
  2. Dari dulu gue pengen jalan-jalan ke daerah timur Indonesia, yang gue percaya, kalau ingin melihat Indonesia yang sesungguhnya, injakan lah kaki ke Indonesia bagian timur.
  3. Gue belum pernah kesana, dan itu kenapa gue harus kesana.
  4. Gue pengen ikut berpartisipasi dalam sebuah festival yang keren, yang Indonesia punya, dan Festival Teluk Jailolo lah salah satunya.
  5. Memilih gue jadi pemenang kuis ini dan memberangkatkan ke Halmahera Barat, panitia gak akan repot. Gue bisa makan apa aja, bisa tidur dimana aja, bisa naik apa aja, dan bisa disuruh ngapain aja. Hahahaha.. intinya gue tahan banting !! Gak menye-menye.
  6. Satu lagi kenapa gue mesti ikut acara ini adalah karena ini GRATIS !! kesempatan langka bisa jalan-jalan ke Jailolo secara GRATIS !!

b. Imajinasikan dan ceritakan hal apa yang akan kamu lakukan jika terpilih dan jalan jalan ke Halmahera Barat. 

Hasil Dari Sebuah Passion


Kalau kamu punya mimpi, wujudkanlah. Merangkaklah apabila tidak bisa lari. Jangan jadikan mimpi kamu itu cuma angan-angan.

“Dis, sumpah lo bikin buku??”

“Anjrit !! Itu seriusan buku lo dis??”

Gak banyak yang nyangka kalo gue akhirnya bisa juga bikin sebuah buku, jangankan orang lain, gue sendiri aja masih heran dan shock, kenapa gue bisa bikin buku !! Kalo lo temen SD, SMP, SMA, SLB sampai temen kampus gue, pasti tahu gimana gobloknya gue dalam hal tulis menulis, semenjak lahir dan bersekolah, gue gak pernah nyatet yang namanya pelajaran. Jadi gak heran kalo lo liat dibuku catatan gue isinya cuma ada gambar-gambaran absurd, mulai dari ultraman telanjang, titit-tititan sampai guru-guru yang gue gambar menyerupai binatang. Sungguh murid biadab !!

Dan kenapa pada akhirnya ternyata gue bisa beneran bikin buku?

Panjang ceritanya, mungkin kita flashback lagi ke satu tahun yang lalu, saat pertama kalinya gue backpacker-an ke Thailand, awalnya gue gak nyangka kalo itu bakal ngerubah hidup gue (agak lebay sih yah.) tapi beneran deh, hobi gue traveling bukan sekedar hobi doang, bahkan bisa gue bilang passion. Hal yang bisa membuat gue bergairah dan selalu senang melakukannya.

Waktu terus berjalan, gue udah mulai gila sama yang namanya backpacker-an, hampir tiap bulan di tahun 2011 gue ngelakuin trip, dari awalnya Thailand, gue traveling ke Malaysia, Singapur, Bali, Sawarna, Lombok, Kalimantan, Sumbawa, dan masih banyak lagi tempat.
Dari seringnya gue nge-trip, muncullah rasa pengen sharing, pengen cerita, pengen pamer. Muahahaha..

Mulailah gue bikin blog khusus traveling terus nulis disitu, posting demi posting gue buat, semakin banyak postingan semakin banyak juga yang baca dan comment tentang tulisan gue, apresiasi berupa comment itulah yang akhirnya membuat gue semakin semangat buat nulis cerita, sharing tentang apapun pengalaman gue saat traveling. Dulu pas awal-awal gue posting paling dapet comment cuma satu atau dua biji doang, itupun jarak waktunya lama, hari ini gue posting, baru minggu depan ada yang comment. Sekarang? Alhamdulillah, setiap gue posting hari itu juga selalu ada yang comment, sampai pas gue liat status pageviews, setiap hari hampir 500 jumlahnya. Wow !!

Suatu kali ada yang comment kenapa gue gak bikin buku aja, dari situ gue mulai mikir “Oh iya, keren juga yah kalo gue punya buku, terus gue jual, terus gue kaya J. K Rowlling, terus gue kaya raya..Muahahahaha” mimpi sih, cuma yah kenapa gak gue coba.

Nah dari situlah dimulainya pembuatan buku gue yang melalui banyak proses, mulai dari :

Ngumpulin cerita, buku gue nantinya adalah buku dari kumpulan kisah-kisah perjalanan gue yang ada di blog maupun yang tidak ada di blog. Walaupun memang ada yang di blog, gue jamin ceritanya bakalan lebih detail dan lebih seru !

Sering kali gue stuck sama yang namanya ide. Gue gak tau harus nulis apalagi, sementara cerita gue yah masih segitu-segitu aja, dan karena ini buku tentang kisah nyata gue saat traveling, maka kalo gue pengen punya cerita, yah gue harus traveling dulu.

Terhitung mulai dari bulan april 2011 gue udah mulai ngumpulin cerita sehingga bisa membentuk menjadi sebuah naskah utuh pada bulan Desember 2011.

Ngirim naskah ke penerbit, awalnya gue berpikir, kalo gue pengen bikin buku maka gue harus kirim naskah gue ke penerbit. Terkirimlah naskah gue kebeberapa penerbit, walaupun gue tau kalau melalui penerbit birokrasinya akan sangat lama dan ribet. Hingga pada akhirnya gue ngobrol sama seorang teman yang sudah terlebih dahulu nerbitin buku, “kenapa lo gak coba indie publishing, aja?”

Maka terpikirlah untuk membuat naskah gue menjadi sebuah buku ini melalui proses indie, atau bahasa gampangnya adalah ngurusin semua sendiri.

#1 Siem Reap - Kota Yang Dikalahkan Bangsa Siem, Thailand


“Lupakan Bangkok. Siem Reap lebih keren..”

Sepenggal kalimat yang terbesit di hati gue saat untuk pertama kalinya gue menyambut pagi cerah di Siem Reap, Kamboja. Kota yang sedang berkembang, kota yang sedang berbenah pariwisatanya.

Dalam rangkaian trip gue keliling Asia Tenggara, gue sempat mengunjungi kota yang bisa gue bilang sangat unik ini. Bukan karena ada naga seliweran di udara atau ada marmut yang lagi kimpoi sama Dewi Sandra. Kota unik ini bernama Siem Reap.

Sebelum gue sebutin apa aja keunikan Siem Reap, mari gue beri sedikit sejarah tentang kota yang pernah didatangi Charlie Chaplin ini.

Nama Siem Reap adalah nama yang diberikan oleh bangsa Siem (sekarang Thailand.) Kenapa bisa begitu? Dulunya, Cambodia yang bersuku Khmer sering berantem sama Thailand yang dulunya disebut suku/ bangsa Siem. Pertengkaran mereka pun ternyata bukan gara-gara masalah besar, pertengkaran mereka diawali karena perang status di twitter, atau yang sering kita kenal dengan #twitwar. Dahulu kala, ada seorang seleb twit Siem yang nge-update status seperti ini :

“guys, gue boker kecepirit di depan khmer.Taeeee”

Otomatis lah, karena si selebtwit ini banyak banget followers-nya, maka di ReTweet lah twit nya itu oleh hampir semua followers-nya. Dengan banyaknya ReTweet-an itu, semakin banyak juga para warga Kamboja (Khmer) yang membaca, dan sontaklah “boker di Khmer” ini menjadi TT (Trend Topic) di twitter untuk beberapa hari.

2,7 Juta Keliling 5 Negara di Asia Tenggara selama 24 hari !!

Haloooo semuaaaaaa..
pasti udah nungguin postingan ini kan.. iya kan.. iya doooong..

Sekarang, gue mau posting tentang perincian budget gue selama keliling 5 negara di Asia Tenggara yang gue lakuin pas Bulan Januari kemarin. Ada pun negara yang gue kunjungi adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Cambodia dan Vietnam. Trip ini gue lakuin bareng pacar, jadi budget-nya bakalan gue kali dua, karena ini cuma berdua. Kalau bertiga, ya gue kali tiga. Kalau berempat yah gue kali empat. “Kalau bersebelas, dis?” Yah gue main bola. :|

Jadi gini, gue gak ngasih tahu detail semua biaya yang keluar.Tapi sesuai dengan postingan yang sebelumnya, gue cuma abis 2,7 juta doang/ orang, selama backpacker-an ke 5 negara dan lebih dari 12 kota/ destinasi.

Disini gue cuma nge-share biaya pokok-nya saja. Seperti transportasi, penginapan, sewa motor, sewa sepeda dan biaya tiket masuk wisata berbayar. Dan nama hostel tempat menginapnya pun gak gue sebutin dulu.

“Kenapa gak detail, dis?”

Perbandingan Sevel di Indonesia dan Beberapa Kota di Asia Tenggara


Mungkin tulisan gue ini bakalan sedikit sinis dan apatis, jadi buat yang ngerasa "Laskar Sevel" gak usah baca aja mendingan. MUAHAHAHA..

Seven Eleven atau anak gaul Jakarta sering nyebut Sevel ini adalah sejenis toko kelontong (convenience store) 24 jam yang menjual berbagai macam barang, mulai dari cemilan, mie instant, odol, sikat gigi sampai kondom dotted rasa pisang. <-- temen gue pernah beli.

Sebelum gue bercerita perbedaan sevel di Indonesia dan beberapa kota di Asia Tenggara, mari gue kasih tahu sejarahnya terlebih dahulu ;

Sejarah 7-Eleven sendiri dimulai dari Amerika Serikat, didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas. Nama "7-Eleven" sendiri mulai digunakan pada tahun 1946. Awal mulanya, 7-Eleven tidak beroperasi selama 24 jam, melainkan hanya beroperasi 16 jam, yaitu mulai dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 11.00 malam, maka dari itu dinamakan 7-11 (sebelas/ Eleven). Namun pada tahun 1991 sebagian sahamnya dijual kepada perusahaan jaringan supermarket Jepang, Ito-Yokada. Dan pada akhirnya, pada tahun 2005 semua sahamnya dibeli oleh perusahaan Jepang tersebut. Horeeeee !! (Kenapa gue seneng yee..)

Nah, sudah tahu kan sedikit sejarah tentang 7-Eleven. Sekarang gue mau curhat sedikit nih, guys !

Entah kapan 7-Eleven masuk ke Indonesia (Jakarta), gue gak tahu ! Tapi yang gue heran kenapa 7-Eleven bisa menjadi tempat gaul di Jakarta?? sedangkan di beberapa negara yang pernah gue kunjungi, 7-Eleven itu boro-boro gaul, malah sering banget gue lihat gembel-gembel nongkrong disana.

Travellous “Lost in Europe, Found a Love”



Mimpi jika selalu dijaga dan diusahakan, pasti akan terwujud !

Sebuah quote yang terpampang di cover belakang buku ini seketika menggetarkan hati gue untuk sesegera membuka sampul plastik yang membungkusnya dan langsung membaca sampai tandas buku berjudul Travellous ini, tentu dengan membayarnya terlebih dahulu di kasir gramedia. Kenapa Tuhan menciptakan kasir, kenapaaaaa ? -_____-"

Kebiasaan gue, kalau mau baca buku pasti gue baca terlebih dahulu halaman “tentang penulis”. Kenapa ?? Karena dari melihat foto dan profile tentang penulis, maka gue bisa sedikit menebak bagaimana pembawaan cerita yang ditulis si penulis, apakah cerita serius, humor, inspiratif, sok romantis, dan lain-lain. Ok, setelah melihat dan membaca profile mas Andrei Budiman, sang penulis. Dengan sotoy gue menebak bahwa buku ini ceritanya bakal serius (dapat dilihat dari foto penulis yang bertampang angker. Hehe *dibanting mas Andrei*), inspiratif (dapat dibaca dari sinopsis-nya), dan mungkin bakalan sedikit membosankan (gara-gara gue baca di profil-nya, mas Andrei ini bekerja sebagai kritikus.) #GakAdaHubungannyaSihYak !

Tetapi setelah membuka dan membaca beberapa lembar halaman awal, ternyata semua tebakan gue SALAH sodarah-sodarah !! SA-LAH !!

Boro-boro serius !! Buku ini ceritanya implusif banget !! Memamparkan  sosok mas Andrei yang ternyata humoris banget !! Jauh dari kesan serius, apalagi angker *2 kali dibanting mas Andrei* !! Gak ada kesan serius setelah gue baca beberapa halaman awal buku ini, gue ketawa ketiwi sendiri baca buku ini disebuah foodcourt sebuah Mall, sampai diliatin sama beberapa pengunjung mall, mungkin dikira gue orang gila karena ketawa-ketawa sendirian.

Tulisan awal yang bikin gue ngakak dan tahu buku ini ternyata nggak serius-serius banget ceritanya, adalah pas testimoni dari seorang teman SMA mas Andrei..

Kenapa Kita Harus Traveling ke Luar Negeri ??


Postingan ini terlahir gara-gara rasa-ketidak-nyamanan-hati-gue yang agak sedikit terusik dengan beberapa pertanyaan dan traveler yang “sok idealis” tidak ingin traveling ke luar negeri sebelum menginjakan kaki di semua provinsi/ destinasi/ tempat wisata atau pulau-pulau Indonesia.

Banyak yang nanya ke gue ;

“Dis, Indonesia aja belom semua didatengin kok udah ke luar negeri aja sih ??”

“Dis, kok gue perhatiin lo sering banget traveling ke luar negeri daripada dalam negeri ??”

“Dis, apa sih keunggulan luar negeri sama dalam negeri ?? Kan Indonesia lebih keren.”

“Dis, kenapa sih gajah punya belalai ??”

Dan masih banyak lagi pertanyaan bodoh yang sebenernya akan terjawab dengan mudah kalau lo coba sendiri traveling ke luar negeri.

Sebenarnya gak ada yang salah dengan prinsip itu, tapi percayalah, bersikap “sok idealis” dengan meng-kotak-an destinasi traveling akan menjadi kerugian yang sangat besar buat mereka. Gue heran kenapa masih ada yang “sok idealis” dengan tidak mau traveling ke luar negeri sebelum keliling Indonesia, Dunia bukan hanya Indonesia saja, kawan.

Banyak pelajaran yang bisa gue ambil dari traveling ke luar negeri, gue jadi banyak tahu tentang pariwisata mereka, cara mereka mengemas destinasi-destinasi pariwisata mereka, cara mereka membuat tempat yang biasa saja menjadi luar biasa sehingga bisa menarik banyak turis untuk mengunjunginya, dan masih banyak lagi yang bisa gue jadikan perbandingan dengan pariwisata Indonesia, apa yang harus dibenahi dan apa yang harus ditambah.

Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah !!


Seselesainya gue mem-booking tiket ke Sulawesi dengan harga super murah, bahkan lebih murah dari tiket travel Bandung - Jakarta, dan nge-share tiket gue di twitter. Tetiba twitter gue ramai dengan hujatan dan kata dengki. Malah sampai ada yang lempar botol aqua sama bungkus konidin ke TL twitter gue saking iri-nya karena gue dapat tiket murah banget. Lebay sih tapi yah itu yang gue bisa tuliskan untuk menggambarkan suasana malam itu, saking riuh-nya. MUAHAHAHA :))

Tiket murah !! Gue tanya sekarang, siapa sih yang gak mau dapet tiket pesawat seharga softek 13 biji yang pernah gue beli di alfamart ?? Gue beli softek itu agak malu-malu soalnya gue cowok, tapi akhirnya gue beli juga setelah sedikit menyamar pakai topeng baja hitam RX, serial superhero dari Jepang dengan kolor besi. Gue buru-buru bayar terus gak pakai ngambil kembaliannya, soalnya si mbak penjaga kasir sudah masang muka mesem pas lihat gue beli softek 13 biji. Tapi walaupun malu, gue tetap berhasil bawa softek itu pulang ke rumah !! Yes, I am the Man with a thirteen softek !! Kenapa jadi ngomongin softek yah ?? #SalahFokus

Jadi gini nih, dengan desakan dan suruhan bar-bar beberapa teman di twitter untuk segera mem-posting tentang cara mencari tiket pesawat murah. Akhirnya gue dengan terpaksa harus posting juga. Dengan resiko, saingan pemburuan tiket murah akan lebih sengit seiring bergulirnya postingan tips mencari tiket murah ini.

P. S : buat kalian yang nyuruh gue nulis postingan ini dan merasa mendapat manfaat dari tulisan ini, hukumnya adalah WAJIB COMMENT !! kalau nggak, gue doain gak mati-mati !! kenapa gue doain gak mati-mati dan bukannya mati ?? soalnya mati lebih baik daripada menjomblo :( <--- #MendadakCurhat #TapiGakNyambung #BodoAmatBlogGueIni #HestekKepanjanganDis #BodoAmat -____-"

Buat para backpacker, tiket murah adalah hal yang paling dicari selain pahala dari Tuhan. Bahkan, saking addict-nya sama tiket murah, ada beberapa backpacker sesat yang menganggap Air Asia adalah Tuhan mereka, karena telah memberikan jalan menuju destinasi-destinasi yang mereka inginkan.

"Air Asia is my God" kata seorang backpacker Indonesia yang mempunyai blog bernama www.whateverbackpacker.blogspot.com !! Itu gue dong yah berarti ?? *toyor diri sendiri*

Tuol Sleng Museum, Bukti ketidak-lelakian si Pol Pot !!

Bangsat !! Si Pol Pot Bangsat !! Cemen !! Cupu !! Gak punya titit !! Kalau ada di depan gue sekarang udah gue telanjangin terus gue bakar tuh orang !! Untungnya gak ada di depan gue, GUE TAKUT !! -________-"

Itulah monolog yang gue lakukan dalam hati ketika gue berkunjung kesebuah museum di Phnom Penh, Kamboja saat trip #TravelinLoveSEA gue. Museum pembantaian lebih tepatnya. Disini lo gak bakal lihat tapir kaku atau monyet yang lagi mangap karena dikasih air keras, museum ini beda daripada museum yang lain, beda dari warteg atau rumah makan padang yang ada di Jalur Pantura. Beda !! #yakaliii

Tuol Sleng Museum, tampak luar

Tuol Sleng Museum namanya. Tempat ini memang sudah gue incer-incer dari dulu, pertama kali tahu tentang museum ini dari tayangan acara di TVone, TV-nya orang bego. Saat nonton tentang museum ini, serentak batin gue berbicara "Wah, keren juga nih kalau someday gue bisa mengunjungi museum ini di Kamboja !!" Dan ternyata "someday" itu akhirnya terwujudkan saat gue ngetrip keliling Asia Tenggara pada Januari 2012. Alhamdullilaaaaah..

Sebelum gue cerita keseruan gue disana, gue mau ngasih tahu sedikit tentang sejarahnya museum ini, tenang ini gak bakalan bikin bete kaya pelajaran sejarah di sekolah kok. Hehe..

Tuol Sleng Genocide Museum, itulah nama lengkap dari museum yang asalnya adalah sekolah SMA bernama Ponhea Yat. Saat pemerintahan Lon Nol yang gue kira dia adalah sepupunya ikan Lou Han, nama sekolah dirubah menjadi Tuol Svay Prey High School. Sekolah ini lalu dirubah fungsi menjadi penjara dan tempat pembantaian pada tahun 1975 pada era Pol Pot (pemimpin saat rezim pembantaian), yang berarti itu masih terbilang baru banget !!

Gak habis pikir gue, saat Indonesia sudah bebas merdeka dan bokap gue udah memasuki masa remaja keceh, di Kamboja masih ada pembantaian keji seperti ini, pembantaian yang di claim sebagai pembantaian tersadis di Asia Tenggara.

Setelah dirubah fungsi menjadi penjara, bangunan ini memiliki nama sandi rahasia, yaitu S. 21 (Security Office 21) Setelah gue analisa dengan keahlian detektif sotoy gue, kenapa dinamakan S. 21 ?? Mungkin, karena si Pol Pot tadinya pengen bikin bioskop tapi sepi pengunjung dan akhirnya gulung tikar, bisa dilihat dari angka 21 yang lazim-nya adalah nama bioskop di Indonesia, twentyone. Dan analisa kedua adalah, S. 21 tadinya adalah nama sebuah band melayu yang didirikan Pol Pot, tapi kalah tenar oleh ST12 yang malah pada akhirnya bubar karena Charlie sang vokalis berantem sama Pepeng sang drummer. Keren kan analisa gue ?? *ditebas Pol Pot*

Back to Story, pertanyaan yang terus terngiang-ngiang di kepala gue adalah, apa alasan si Pol Pot membantai masyarakat Khmer (sebutan untuk orang Kamboja, sama kaya kalau kita melayu) yang notaben nya adalah keluarga dia sendiri. Kita ambil contoh saat pembantaian Nazi di Jerman, Hitler yang orang Jerman membantai kaum Yahudi yang menurut dia orang jahat, itu berarti kaum satu membantai kaum satu lainnya. Sementara si Pol Pot membantai kaumnya sendiri yang berarti itu adalah termasuk keluarganya sendiri, Right ??

saking bencinya sama Pol Pot, ada yang Tipe-x-in mukanya :))