Travel in Love South East Asia #1

Pacaran sambil backpacking? Kenapa nggak.

Jujur, sebenernya gue lagi bosen nulis cerita tentang perjalanan traveling gue. Walaupun banyak kisah perjalanan yang bisa gue ceritain, tapi gue butuh sedikit tantangan selain bertutur cerita. Maka dari itu, sekarang gue mau coba nulis cerita Semi-Fiksi. Iya, semi. Bukan, ini bukan cerita kayak semi-bokep, kok.

Gue bikin cerita Semi-Fiksi. Gue menceritakan kisah perjalanan keliling Asia Tenggara gue bareng pacar (waktu itu) yang kita lakuin buan Januari tahun 2012. Selain bercerita, kisah perjalanan ini juga bakalan ngasih kalian informasi tentang tips, trik, budget, transportasi, akomodasi, makanan, dan lain-lain di destinasi yang kita kunjungi secara real. Namun karena tadi gue udah bilang, nulis cerita perjalanan itu udah agak bikin gue bosen. Maka dari itu gue tambahin bumbu Fiksinya. Iya, gue ubah nama orang, alur cerita dan kejadian untuk membuat kisah perjalanan ini lebih enak dibaca dan dibayangkan, tanpa mengurangi sedikitpun kejadian yang sebenarnya. Maka dari itu, selamat membaca cerita Semi-Fiksi pertama di blog gue, readers :)



Travel in Love South East Asia (SEA) #1 


Krabi, Thailand, 14 Januari 2012
11. 28 PM

Angin malam berhembus kencang menggetarkan kaca jendela, suara kucing liar memekikan telinga gue. Terjebak di sebuah ruangan berukuran 3x3 meter ber-cat hijau dan lembab hanya seorang diri sama sekali bukan rencana gue. Berkali-kali gue berdoa semoga nggak terjadi apa-apa sama Nayara, orang yang gue sayang.

Sedari tadi, gue terus membayangkan hal-hal yang buruk terjadi, seharusnya gue sadar kalau berpisah itu adalah ide konyol dalam sebuah perjalanan bersama seseorang yang harusnya selalu gue jaga. Apalagi di luar negeri yang baru gue injek tanahnya dan gue gak tahu harus kemana dan ngapain apabila sesuatu yang gak gue harepin terjadi.

Ruangan ini bagaikan sebuah penjara yang mengekang gue. Lantai tempat gue duduk pun seakan menjadi lebih dingin dari seharusnya. Gue coba buat telepon dan sms ke nomer Nayara yang walaupun gue tahu itu adalah upaya yang percuma, karena mana mungkin bisa menelopon menggunakan nomer Indonesia di luar nergeri, gue sama sekali gak berdaya.

Sudah lebih dari satu jam gue kehilangan dia. Seharusnya gue tahu kalau diperjalanan ini gue bukan saja harus menjaga diri gue sendiri, tetapi menjaga perempuan yang gue ajak untuk traveling bareng sekarang ini. Gue bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan keamanan perempuan yang sudah lebih dari 3 bulan ini gue panggil “sayang.”

Jantung gue berdetak kencang, badan bergetar hebat, mata gue mulai panas, nanar. Tanpa sadar buliran air mata perlahan mengucur membasahi kelopak mata dan turun membasahi pipi, gue menangis karena panik dan merasa bersalah, takut.. dalam doa, gue berjanji, gue janji, Demi Tuhan gue gak akan pernah ninggalin dia sendirian lagi. Gak akan pernah.


Implusif Trip !

“Traveling tanpa observasi, bagaikan burung tanpa sayap”

Hal yang paling sulit dalam melakukan perjalanan adalah memulainya. Perjalanan keliling Asia Tenggara ini pun tanpa rencana, dan gue gak tahu harus mulai cerita darimana dan harus nulis apa. Kenapa akhirnya gue dan Nayara bisa berangkat untuk backpacking, mungkin dimulai dari harga tiket promo ke Singapura yang dibeli Nayara. Kebetulan, waktu itu gue lagi nge-trip keliling Nusa Tenggara Barat,  dalam misi menjelajahi Pulau Lombok dan Sumbawa.

Karena liburan semester sudah dekat, Nayara pengin ngajakin gue jalan-jalan ke luar negeri. Tanpa sepengetahuan gue, dia beli tiket Air Asia Jakarta – Singapura seharga 3 beha tanpa busa di Pasar Tanah Abang. Murah banget!

Seselesainya gue nge-trip keliling NTB, tiba-tiba Nayara langsung nunjukin tiket Jakarta – Singapur yang dia beli untuk dua orang dan sudah dibayar lunas. Wow!! Gue seneng dong, baru balik dari jalan-jalan, sekarang gue diajak traveling lagi ke Singapura, gratis pula. Tapi gue bingung, kenapa Nayara cuma beli tiket perginya, doang? Dimana tiket pulangnya? Apa dia berniat ngajak gue berenang dari Singapur ke Pulau Jawa? Apa dia berencana gak pulang lagi ke Indonesia dan berniat menjadi TKW di Singapura? Hemm.. gue tau, nih. Pasti ada udang di balik siomay.

“Hehe.. sayang, kamu yang mikirin tiket pulangnya, yah.” Sambil senyum manja, Nayara minta gue beli tiket untuk pulang. Hesyemelekete! Jebakan Betmen ternyata.

“Iya.. iya, deh.” Gue cuma bisa garuk-garuk kepala.

Karena ini liburan panjang dan ditambah gue udah bosen ke Singapura, maka secara spontan gue ngasih saran ke Nayara, “Nay, gimana kalo kita sekalian keliling Asia Tenggara aja, kan boring kalo cuma Singapur, doang, Lagian kamu juga baru beberapa bulan kemarin kesana kan?” Saran gue. Seketika muka Nayara keliatan sumeringah, senyum merekah dibibirnya yang tipis, “Ayoooo ayooo..” Nayara setuju sembari ngangguk-ngangguk seneng. Challange accapted.

 


Perkenalan

“Gue Nayara Kirana.”

Nayara Kirana yang berarti anak kesayangan yang memberikan cahaya ini punya panggilan Naya. Dia selalu bangga sama nama yang orang tuanya kasih, padahal kan katanya kita gak boleh bangga sama pemberian orang tua. Iya kan? Udah iyain aja.

Naya adalah seorang mahasiswi sebuah sekolah tinggi pariwisata di Bandung, sama hal nya dengan gue. Bedanya, sekarang dia masih kuliah, sedangkan gue udah di Drop Out dengan elegannya. Dia masih keren pake jas almamater, sedangkan gue cuma bisa pake jas hujan. *nangis*

Wanita berambut panjang, berwajah kemayu, cantik, berpostur cukup tinggi dan peranakan Padang, Sumatera Barat ini sering menganggap dirinya sebagai model majalah, model iklan, artis stripping, penyanyi, chef, pengacara, montir, polwan, kasir dan supir odong-odong. Traveling emang udah jadi hobby dia dari kecil. Sebenernya, dia yakin semua orang juga beranggapan sama. Siapa sih yang gak suka jalan-jalan? Mengunjungi suatu tempat untuk bersenang-senang dan bakalan menghilangkan kejenuhan? Tapi, dia ngeliat ada sebuah potensi besar untuk hidupnya dari hobi ini. That’s why dia pilih kuliah sesuai dengan minatnya, yap! Jurusan Perjalanan (Tours and Travel). Dan Nayara berniat untuk mendalami apa yang dia suka. Banyak orang bilang, kalau mau sukses sama karir, cobalah untuk terlebih dahulu jatuh cinta dengan pekerjaan itu. Kalau udah suka pasti ngejalaninnya juga enak, kata perempuan berkulit sawo matang ini.

Kalo masalah pengalaman backpacker, dia ngaku masih terbilang newbie (baru). Sebelum berangkat keliling negara di Asia Tenggara ini, bisa dihitung pake jari dia traveling dengan gaya backpacker. Most of all sih koper-an. Dan destinasi yang dituju juga masih seputar Sumatera, Jawa, Bali, Singapore dan Malaysia.

Jadi, pas gue ajak travelling ala backpacker keliling Asia Tenggara, tanpa pikir panjang lagi si Naya langsung jawab, “AYOOOK!”


“Gue Arayan Putra Bumi.”

Panggil gue Ara. Di balik nama gue yang kedengerannya gagah dan bijaksana. Sebenernya gue orang yang jauh dari itu semua. Naya selalu bilang kalo gue itu orangnya ceroboh, implusif, gak punya tujuan hidup, dan terlalu santai.

Bumi adalah nama depan bokap. Dari keempat anaknya, gue satu-satunya anak cowok, bungsu, tapi gak punya nama keluarga. Iya, kakak-kakak cewek gue punya nama akhir yang sama dengan nama bokap. Lah, gue? Kadang gue suka ngerasa kalo gue ini anak dapet nemu. Hih.

Kacamata minus tiga, muka dekil cenderung bikin muntah, rambut berdiri acak-acakan dan kemeja flanell kotak merah adalah ciri khas gue. “Mantan” mahasiswa di kampus yang sama dengan Naya, sering banget dipanggil ke ruangan dosen, bukan untuk dipuji melainkan dimaki karena jarang kuliah dan sering kali membuat dosen darah tinggi.

Anak dari hubungan seorang pria Palembang yang gagah dan seorang wanita cantik asal tanah sunda membuat gue terlahir sebagai penyuka peyeum disiram kuah cuka.

Oiya, kalo lo perhatiin nama gue dan nama Nayara, cuma dibolak-balik doang, maka nama kita bakalan persis sama. Karena kesamaan nama ini juga yang bikin kita akhirnya tertarik satu sama lain.

Mungkin cuma itu dulu yang gue bisa tulis, seiring dengan lo baca habis cerita ini, lo bakal lebih kenal kita berdua. Enjoy!


Pacaran Yuk !

Maret 2011

Awal perkenalan gue dengan Naya dimulai dari sebuah jejaring sosial, walaupun kita satu gedung kampus dan satu angkatan tapi kita sama sekali gak pernah kenalan. Gue adalah tipe lelaki pemalu yang suka memuja secara diam-diam, tak cukup rasanya untuk mendorong dan memberanikan diri berkenalan dengan seorang wanita. #eaaak

Melalui jejaring sosial media lah akhirnya gue bisa mengenal wanita cantik bernama lengkap Nayara Kirana, setelah beberapa lama kita saling berkomunikasi di dunia maya, akhirnya gue beranikan diri mengajak Nayara buat jalan bareng ke daerah Dago atas dengan modus akan membantu mengerjakan tugas kuliahnya.

“Kenapa? Kamu lagi banyak tugas yah? Sok, sini Ara bantu kerjain,” gue coba ngerayu, padahal boro-boro bantu orang ngerjain tugas, lah tugas sendiri saja gak pernah gue kerjain. Dan gobloknya Naya percaya aja gue mau bantuin.

Dari situ, kita sering ngobrol berdua, cerita ngalor ngidul, berbagi tawa dan seiring berjalannya waktu, rasa sayang mulai menghampiri masing-masing kita. Inilah kenikmatan masa muda, mudah jatuh cinta.

Singkat cerita, akhirnya gue berhasil mengubah status gue di facebook dari single menjadi in relationship, yah akhirnya gue pacaran sama Nayara. Yippiiiiii!! Benar kata orang, kalau lagi seneng-senengnya pacaran itu dunia serasa milik berdua, yang lain cuma nge-kost, sebagian lagi cuma gembel yang numpang tidur.

Mudah jatuh cinta mudah juga putus cinta, pada akhir bulan Maret akhirnya hubungan gue dan Naya harus berakhir, bukan karena harga BBM naik atau Naya yang mau dijodohkan orang tuanya dengan Datuk Maringgi. Melainkan memang nampaknya sudah hilang chemistry yang kita rasakan diawal masa pacaran, dan kita memilih cukup menjadi teman saja. Iya, pacaran kita gak lebih dari dua bulan. Gue curiga itu bukan pacaran, tapi pasantren kilat.

Kurang lebih satu tahun kita menjalani kisah cinta masing-masing, Naya tertawa dengan pria lain, gue tertawa dengan wanita lain. Naya suap-suapan sama pria lain, gue suap-suapan sama wanita lain. Naya mutusin pria lain, gue diputisin wanita lain. #BedaTipis

Pada tanggal 1 Oktober 2012 kita memutuskan untuk balikan lagi, karena waktu itu Naya baru putus dengan cowo-nya yang bermuka kotak tak berotak. Gue kasihan sama Naya. Bukan karena dia baru putus sama cowoknya, tapi kenapa dia bisa dapet cowo yang gak lebih ganteng daripada gue. *pukpuk Naya.*

Menjalani pacaran untuk kedua kalinya ini agak sedikit berbeda dengan awal kita pacaran dulu, nggak sedikit, deh, malah jauh banget bedanya! Mungkin karena kita yang sudah semakin dewasa, semakin saling bisa menghargai. Kalau dulu kita lebih sering berantem gara-gara hal kecil, sekarang gara-gara hal kecil kita malah bisa sering tertawa. Pacaran sekarang lebih mengasyikan, sama mengasyikannya ketika pada perayaan dua bulan hubungan kedua ini, kita sepakat untuk merencanakan sebuah perjalanan seru berdua. Iya backpacking bareng keliling Asia Tenggara!

South East Asia, ready or not, there we go!

Visualisasi Koar-Koar Backpacker Gembel



Udah lebih dari 2 bulan buku kedua gue terbit, Koar-Koar Backpacker Gembel. Buku yang diterbitkan oleh salahsatu penerbit besar di Indonesia, yaitu Bukune.

Dari diterbitkannya buku kedua gue, semakin banyak juga orang yang tau dan menghargai karya-karya gue. Penilaian dari mereka pun beragam, ada yang suka, ada juga yang suka banget sama buku gue. Hehe.

Selayaknya penulis non-fiksi, gue selalu mengedepankan kejujuran dalam menulis. Apalagi ini tulisan tentang perjalanan gue sendiri, tentulah apa yang gue tuangkan dalam buku adalah pengalaman yang benar-benar gue alami sendiri. Bukan karangan bebas, atau mencatut dari karya orang lain. Dan peulis yang menipu pembaca adalah seburuk-buruknya penulis.

Beberapa hari lalu gue baca dari salah satu orang yang gue follow di twitter, dia adalah travel writers senior dibandingkan gue. Terus di twitternya, dia berkicau tentang salah satu penulis traveling juga yang ternyata dia menulis berdasarkan googling, menerka dan mencontek isi buku penulis lain. Betapa kotornya penulis itu! Dan ini bukan cuma ada di Indonesia, tapi di luar negeri pun ada yang seperti ini.

Kejadian tersebut menggelitik hati gue. Bisa aja para pembaca buku gue beranggapan gue juga ngarang nulis buku ini. Atau ada sesuatu yang bohong di buku yang gue tulis. Sejujur-jujurnya, apa yang gue tulis di buku atau di blog ini adalah apa yang gue rasakan sendiri. Gue alami sendiri. Tapi apalah arti sebuah tulisan apabila tidak dibuktikan melalui visualisasi.

Maka dari itu, di postingan kali ini, gue bakal menampilkan visualisasi dari buku Koar-Koar Backpacker Gembel. Pas lagi traveling, gue selalu mengabadikannya melalui foto ataupun video. Maka dari itu, video ini akan membantu  kalian memvisualisasikan apa yang kalian baca..

Ya, it's Just About Backpacking..


"You don't need doctor when you stress. All you need is a JOURNEY" - @takdos

Video ini menceritakan perjalanan gue di berbagai destinasi di Indonesia, mulai dari Sabang, Bukittinggi, Medan, Pulau Jawa, Bali, Lombok, SUmbawa, Kalimantan dan masih banyak lagi.

Selain itu, video ini juga menceritakan tentang perjalanan gue keliling Asia Tenggara selama 24 hari, mulai dari Singapur, Malaysia, Thailand, Cambodia dan Vietnam.

Video by @takdos
Editing by @Rama_Andika

So enjoy the video!

Gembel Masuk Tipi - Sarah Sechan Show NET TV


Hai backpacker, sorry yee.. mungkin bulan-bulan ini postingan gue gak bercerita tentang kisah perjalanan murah gue, tapi bakalan lebih ke hal-hal yang gue buat dan sudah gue lalui sebagai blogger. Walaupun gitu, semoga bisa menginspirasi kalian buat terus menulis yee.. Ciao!

Dua hari sebelum kepulangan gue dari Filipina, ada sebuah message yang masuk ke whatsapp gue. Bukan, bukan mamah minta pulsa atau silahkan kirim ke rekening ini. Lagian belom ada modus kayak begituan masuk ke watsapp.

Nah, gue heran kan. Nih kenapa tiba-tiba ada whatsapp, padahal gue jarang banget chating pake whatsapp. Biasanya gue chating pake mirc (anak 90an pasti tau ini. Oiya, id gue dulu boyz_19_Tajirz. Hina memang.)

Kembali ke permasalahan, gue yang waktu itu lagi asyik twitteran pake wifi bandara Nanoy Aquino langsung buru-buru buka whatsapp.

"Saya, San*an dari NetTV mau mengundang adis buat jadi bintang tamu di acara Sarah Sechan. Kira-kira bisanya kapan yah? Besok bisa?"

Gue hening..

"Ini pasti salah kirim nih." Pikir gue. Terus gue bales.

"Halo mas San*an, saya masih di Filipin nih, kalo besok nggak bisa. Mungkin besok saya lagi ada diatas awan, baru pulang ke Indonesia." Jawab gue.

Lalu percakapan pun berlanjut sampai kita menyepakati harinya. Hari dimana gue bakal jadi pembicara di Sarah Sechan Show di Net TV.

Singkat cerita, gue udah pulang ke Indonesia. Hari itu kalo gak salah hari rabu tanggal 5 Juni 2013. Gue barengan temen gue si @odempersonal dateng ke studionya Net TV di Jakarta, gue lupa tepatnya dimana, abis Jakarta gede banget!
 
Pas nyampe studio, gue baru tau kalo sansan itu mbak, bukan mas. *sungkem sama teh sansan cakep :')

Kebetulan gue jadi bintang tamu untuk acara off air-nya, alias tapping. Gak apa-apa, pikir gue. Jadi kalo misalnya gue tiba-tiba kesurupan atau tiba-tiba nyekek Sarah Sechan, adegan itu gak langsung diliat oleh masyarakat Indonesia. Gitu.

Nunggu, beberapa jam, ada beberapa teman gue di twitter juga yang ikutan dateng untuk nonton langsung di studionya, ada Eaz, Mas Adi, Putra, Bena, dan lain-lain. Uih, gue terharu, sob. Ampir aja gue kasih mereka mobil satu-satu saking gue terharunya. Ampir tapi.

Nah, abis nonton dan nungguin on air, akhirnya giliran sesi gue tiba. Setelah mewawancara Hedi Yunus, Ferry Mariyadi dan Mba Hijabers, akhirnya giliran gue tiba! #DEGDEGAN Iya, gue deg-degan, secara gue baru pertama kali masuk acara talkshow. Kalo masuk TV mah gue sering, masuk ke dalem TV.

Walaupun deg-degan, the show must go on..

Dan inilah video gue waktu di acaranya teteh Sarah Sechan. Enjoy :)


Kalo kurang jelas, bisa langsung buka link Youtube nya dan play di kualitas 720p - HD~

Jadi, TV mana lagi yang mau ngundang backpacker gembel ini? *ngarep*  


Thanks yang udah nyempatin waktunya buat dateng, yah.. *cipok basah*

Thanks juga buat @lauraola alias bule alias Miss Pangandaran yang udah rekomendasiin si gembel ini buat ada di tipi hehe..

Oh iya, terakhir. Gue nanya ke salah satu orang NET, kenapa gue bisa diundang.. karena gue unik. Iya alesannya cuma karena gue unik. Berbeda dari yang lain. See, jadi berbeda dari orang lain belum tentu salah kan? Ngelakuin apa yang lo suka dan dapet sesuatu yang unpredictable dari apa yang lo lakuin itu rasanya... Menyenangkan :')

#AskAdis 1

Halo para backpacker gembel semua, apa kabar? Baik-baik aja kan? Oiya, denger-denger JKT48 pas bulan puasa ntar pada pake kerudung, yah? Tapi dijadiin stocking..

Ah, sudahlah. Kita gak usah ngurusin urusan orang lain, yah sob. Oiya, sampai sekarang gue masih bingung, Bunda Dorce itu bapak-bapak atau ibu-ibu, sih? Gue takut aja gitu nanti siapa tau ketemu dia, eh salah manggil.

------------------------------------- BATAS TULISAN GAK PENTING -------------------------------------

Udahan ah yah, gue mau langsung ke inti permasalan, nih. Jadi gini, kemarin-kemarin tuh gue bikin program di twitter gue (caileh program, lo kata satuan berat! Itu kilogram, dis.) Nah, jadi karena gue anaknya anti-mainstream dan selalu membuat sesuatu hal yang baru, gue kepikiran bikin sesi tanya jawab di twitter.

“Lah, itu kan bukan sesuatu yang baru, dis?”

Eits, tenang dulu anak kuda. Gue belom selesai nulis ini.

Jadi gini, sesi tanya jawab yang gue buat ini beda dari yang lain. Jadi gue bikin hestek nih namanya #AskAdis. Dengan menyertakan hestek itu, lo bisa nanya apapun ke gue via twitter. Contoh :

“Dis, kok lo bisa jadi backpacker?”

“Dis, lo kok 11-12 sama Channing Tatum?”

“Dis, lo kok keren banget?”

Dan bermacam-macam pertanyaan mulai dari tanya pengalaman traveling gue, cara menulis, teknik blogging sampai ada yang nanya tentang masa depan gue mau jadi apa lagi. Banyak banget.

Nah, pertanyaan-pertanyaan yang lo semua kirim itu gak langsung gue jawab via twitter juga. Sekali lagi, karena gue anaknya anti-mainstream, jadi gue kumpulin semua pertanyaan dari kalian, terus gue pilih 5 pertanyaan terbaik yang bakalan gue jawab.. via SOUNDCLOUD.

Iya, via soundcloud. SERU KAN!

Kenapa harus soundcloud? Karena gue punya akun soundcloud. Nah, daripada mubazir, dan gue gak bisa nyanyi, jadi gue pake soundcloud gue buat jawabin pertanyaan dari kalian, secara detail dan jelas. 140 karakter di twitter mah kagak cukup.

Lumayan juga kan, mau masuk bulan puasa, ngabuburitnya dengerin suara merdu gue. Hazeeeeek~

Nah, kebetulan #AskAdis sesi pertama udah gue jawab, nih. So, cekidot..



Untuk selanjutnya, gue bakalan ngadain lagi #AskAdis sesi kedua. Buat lo yang mau nanya, terus pantengin TL twitter gue aja, yah. Jangan TL nya SBY. Sampah itu mah!

Oiya, buat yang mau nanya sesi kedua di #AskAdis lo boleh langsung tanya di komen postingan ini.

So, happy asking!

Backpacker dan Kamera


Ada orang yang sering nanya ke gue..

“Dis, lo kalo traveling gitu suka bawa kamera gak, sih?”

“Lo pake kamera apaan sih kalo lagi traveling?”

“Kalo lagi traveling mending bawa kamera digital apa kamera SLR?”

“Siapa pencipta kamera?”

“Harga kamera kalo bahan-bahannya beli sendiri, berapa dis?”

“Kamera apa yang jagoan? Kameraider!” #JawabSendiriNanyaSendiri

Dan masih banyak lagi pertanyaan tentang kamera, kamera dan kamera..

Menurut gue, untuk seorang backpacker sekaligus blogger macam gue, kamera adalah salah satu gadget/barang paling penting yang kudu gue bawa kalo lagi traveling. Saking pentingnya, gue rela kagak bawa kolor daripada kagak bawa kamera. Serius!

Nah, pas trip kemarin keliling Filipin, Macau sama Hong Kong, gue dikasih gadget gratis buat gue coba keahliannya nangkep gambar. Gadget itu adalah SAMSUNG GALAXY CAMERA! #JengJeng!

Iya. Begitu beruntungnya gue, mau traveling ke luar negeri, eh malah dikasih gadget gratis. Gak nanggung-nanggung pulak gadget-nya. SAMSUNG GALAXY CAMERA! (Diulang-ulang biar lo pada ngiri)

Balik lagi ke SAMSUNG GALAXY CAMERA! Eh, salah. Maksud gue ke permasalahan kamera dan traveling. Kamera dan traveling adalah dua hal yang gak bisa terpisahkan. Ibaratnya itu kayak ti*tit sama pel*ernya. Bakalan aneh kalo salahsatunya ilang, kan?

Dari Bokeper, Backpacker Hingga Penulis Best Seller :)


Siapa yang tau kalo dari nge-bokep, gue bisa jadi seorang penulis?
Bukan.. bukan itu maksudnya.

Dulu, seperti postingan-postingan yang gue tulis sebelumnya, gue gak pernah sama sekali ngebayangin bakal jadi penulis. Nah, tapi kenyataan berbicara lain. Sekarang, nulis udah jadi semacam mata pencaharian gue. Apa itu mata pencaharian? Gue juga gak tau. Kata pencaharian mungkin asal katanya adalah Pencahar, atau sesuatu yang bisa bikin kita pergi ke jamban dan mencret-mencret. Nah, mata pencaharian adalah mata yang bisa bikin kita mencret.

Anjing, gak jelas banget gue nulis.

Yaudah, daripada banyak bacot kek Mario Teguh. Gue mau ngasih lihat hasil karya gue dan teman-teman dari tim WIB. Tentang sebuah perjalanan karir gue dari pertama kali nemuin passion backpacking, sampai bisa jadi penulis best seller. Gue suguhkan dalam bentuk visualisasi video..

Enjoy!



Shooting video : Adis @takdos & @Aama_Andika
Story line : Adis @takdos - @Rama_Andika - @Rhafiee - @AldityaPenyu

Editor : @Rama_Andika

Spread Your Wings And Make Your Own Story!

Gimana video gue? Keceh, kan? Keceh!
Terhibur? Terhibur!
Pengin video yang lain lagi? Pengin!

Nah, kalo kalian suka sama video yang gue dan tim WIB buat, support karya kita dong. Caranya, kalian cukup subscribe channel youtube ini (adis takdos) terus bantu gue promosi video ini dengan menyebarkan link-link video yang udah kita buat ke berbagai media, baik itu twitter, facebook, blog, kaskus, atau apapun itu. Selayaknya prinsip backpacking, sharing is caring.

Kalo udah sampai 2.000 viewers, kita janji bakalan upload video tentang traveling yang lainnya. Dan kita juga janji, videonya bakalan menghibur kalian dan beda dari yang lain.

Komen dan apresiasi dari kalian adalah bahan bakar kita untuk terus berkarya. Happy sharing, guys!

Semoga terinspirasi :)