Me Is My Inspiration :)

Banyak dari pembaca blog gue bertanya, darimana sih inspirasi gue sehingga gue bisa lebih memilih passion traveling daripada kuliah ?? Siapa yang menginspirasi gue ?? Kenapa akhirnya passion gue adalah traveling ?? Atau berapa harga minyak tanah di Dubai ??

Beribu-ribu pertanyaan terus terngiang-ngiang di kepala ayam, gue sendiri bingung apa yang menjadi inspirasi gue atau apa yang membuat gue seperti gue yang sekarang. So, in this post I want to tell you about myself and what makes me like now..

Siapa Gue ??

Perkenalkan, nama gue, Adis. Nama panjang gue, Adiiiiiiiiiiiiiiisssssssss..!!
Gue "mantan" mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) atau yang lebih dikenal dengan nama NHI. Gue mulai memutuskan keluar kuliah pada bulan oktober 2011, kenapa gue akhirnya harus keluar kuliah?

Memang ada beberapa alasan yang bikin gue yakin kalau kampus bukan tempat yang cocok buat gue "selami". Gue gerah sama yang namanya kelas, gue bisa gila sama yang namanya tugas (padahal gak pernah ngerjain tugas)

Kebetulan juga kesempatan untuk traveling gratis datang saat gue lagi males-malesnya kuliah, dengan penuh kebimbangan dan ke-tidak-betah-an gue kuliah, akhirnya secara senang hati gue memilih kesempatan tersebut dan meninggalkan kuliah gue. Karena kesempatan itu sesuai dengan passion gue, dan passion haruslah dikejar.

Gunung Tambora #2 (Lintah I Love You !!)


Sebelum bercerita, mari gue perkenalkan tokoh-tokoh utama dalam ekspedisi mendaki Gunung Tambora kali ini, adalah :

Bang Diki : Pemuda asal Jakarta berumur 27 tahun ini (kalo gak salah) memiliki pengalaman banyak dalam hal daki-mendaki gunung, Ciremai, Rinjani dan Pangrango adalah sebagian gunung yang pernah dinaiki oleh Bang Diki, tapi masalah Gunung Kembar gue tetep jagonya !! MUAHAHAHA..

Kak Nora : Wanita bertubuh mungil dari Jakarta ini gak kalah jago dalam hal mendaki gunung. Kak Nora juga termasuk anak pecinta alam dikampusnya terdahulu. Gunung yang pernah dia daki diantaranya adalah Gunung Kinabalu di Malaysia. Keren !!

Mbak Sophie : Wanita tangguh asal Lombok yang menjadi pendamping kami selama meng-explore NTB, memang tak perlu lagi diragukan kredibilitasnya dalam mendaki gunung. Mbak Sophie juga adalah salah satu guide tangguh Gunung Rinjani.

Bang Wawan : Sahabat sekaligus porter yang kami bawa untuk menunjukan dan mengantarkan kami dalam ekspedisi Gunung Tambora. Selain sudah hafal jalan, Bang Wawan juga ternyata bisa merasakan dan melihat makhluk halus. Yang lebih gokil lagi, dia muncak cuma pake sendal jepit swallow. Shit Man !!

Mang Daung : Supir kita selama meng-explore NTB, dulunya dia adalah preman di Jakarta. Setelah tobat karena lihat kucing kawin, Mang Daung gue paksa naik gunung dengan perkataan gue "Gak ada lo gak rame.." akhirnya Mang Daung ikut bersama kami secara terpaksa. HUAHAHA..

Dan terakhir adalah,

Gue Sendiri : Pemuda bodoh dari Bandung yang salah kostum buat naik gunung. Gak pernah sekalipun naik gunung kecuali Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Kembar. Sekian !!

And story begin..

Melanjutkan perjalanan gue dari portal pertama Gunung Tambora, kita ber-enam (Gue, Bang Diki, Kak Nora, Mbak Sophie, Mang Daung dan Bang Wawan) berjalan penuh dengan semangat membara. Sepanjang jalan kami sering bercanda, ngelawak, nyanyi-nyanyi hingga saling lempar tai luwak.

Kopi Tai Luwak Mentah !!

Gunung Tambora #1 (Menjajal, Sang Mantan Juara !!)


Pada kesempatan gue meng-explore NTB, tidak hanya pantai dan desa-desa saja yang ada di itinerary untuk disambangi, Gunung Tambora menjadi salah satu destinasi yang paling menantang menurut gue yang juga harus bisa di taklukan.

Gimana gak menantang, gue yang sedari lahir gak pernah diajak naik gunung sekarang harus tiba-tiba siapin tekad buat naik gunung. Dari orok ampe sekarang, gunung yang pernah gue injak sampai puncak yah cuma Gunung Tangkuban Perahu doang, itu pun muncaknya pake mobil. MUAHAHAHA !!

Ada satu lagi, gunung yang pernah dan sering banget gue taklukan adalah Gunung Kembar. Gunung kembar ini gak terlalu tinggi tapi banyak sekali tipe-nya, mulai dari 32A sampai 36B. Dan gunung ini adalah satu-satunya gunung yang puncaknya enak buat dijilat. HUAHAHAHA !! *di tabok Ustadz*

Ayal tak ditanya, kenyataan tak bisa disangkal, korupsi tak bisa diberantas. Gue yang gak pernah naik gunung sekalipun harus nyiapin kaki buat muncak selama 2 hari ke Gunung Tambora. Seperti di postingan-postingan awal yang sering gue sebutkan, Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

So, Let me explain a little secret about Tambora. Dalam judul postingan di atas, kenapa gue sebut Tambora sebagai "Sang Mantan Juara" ?? Karena apa ??

Hemm..
Kasih tau gak yah..kasih tau gak yah.. *dikeplak pembaca*

Jadi gini, menurut para ahli  kosmetik , Gunung Tambora pernah menjadi gunung tertinggi di Indonesia dengan tinggi 4.300 meter yang berhasil menjadikannya sebagai raja nusantara mengalahkan gunung-gunung lain. Tetapi pada tahun 1815 yang tentunya gue belum lahir dan Fir'aun masih pake behel, Gunung Tambora mengalami penetrasi, dia mengalami ereksi yang berlebihan sehingga mengeluarkan cairan kental menggelegar (ini gue ngomongin apa yah?)

Back to Story, pada tahun 1815 Gunung Tambora mengalami letusan hebat yang mengakibatkan setengah dari ketinggiannya hilang dan banyak sekali kejadian buruk. Bukan hanya di daerah sekitar Gunung Tambora, tetapi efek-nya terasa hingga seluruh Indonesia bahkan Dunia !!

Letusan pada tahun 1815 adalah letusan gunung api paling besar di dunia (bayangkan, 4 kali lebih besar dari letusan Gunung Krakatau !! 4 kali, Man !!). Suara letusannya terdengar hingga telinga orang Padang, Palembang, Medan dan Aceh. Yah, suara letusannya terdengar hingga Sumatera yang jaraknya 2.000 km lebih dari asal gunung. Menewaskan hingga 71.000 jiwa, mengubur tiga kerajaan besar di Sumbawa, dan mengubur hidup-hidup langsung 12.000 orang jiwa, dan banyak meninggalkan benda-benda bersejarah didalamnya !! Serem banget kan !!


Catatan Penghujung Tahun 2011

Catatan Penghujung Tahun Whatever I'm Backpacker

Hello Guys, Sebagaimana kebanyakan orang yang akan menghadapi tahun yang baru. Mereka pasti bakal mengenang lagi apa saja yang mereka dapatkan, lewati, syukuri bahkan tinggalkan di tahun yang mereka lewati.

So, di postingan kali ini Gue bakal mengenang kembali apa yang pernah gue rasakan di Tahun 2011. Catatan yang jujur dari dalam hati, catatan seorang yang mencari jati diri-nya, dan belajar dari proses untuk mendewasakan diri. So, here we go, Guys !!


Januari 2011

Big Buddha, Phuket Thailand

Nampaknya ini bulan dimana Gue tahu apa yang menjadi minat diri, tahun dimana pertama kali dapet passion yang belum Gue sadari. Yah, backpacking !! melihat berbagai macam keindahan yang Tuhan suguhkan di tempat bernama Planet Bumi. meng-explore semua yang nampak terlihat indah, merasakan semua yang bisa membuat gue merasa inilah yang harus Gue kejar.

Trip pertama gue sebagai Backpacker adalah Phuket Thailand pada tanggal 17 Januari. Dengan berbekal uang seadanya dan petuah-petuah keren dari guru backpacker gue, yaitu Mas Ariyanto. Gue dengan gagah berani dan berpakaian lengkap, pergi mengunjungi Phuket. (Sumpah Gue gak telanjang)


Februari 2011

Marina Bay Sands, Singapur

Trip pertama gue ke Thailand membuahkan penyakit bernama "Virus Backpacker" !! Gue jadi addict sama yang namanya traveling !! Gue lupa diri, gue lupa nabung dan gue lupa siapa presiden Kongo cuma gara-gara yang namanya "traveling" !!

Karena virus sudah menjalar cepat, akhirnya pas nyampe banget Indonesia sepulangnya dari Thailand. Gue ditodong temen buat beli tiket ke Singapur. Gue diajak Backpacking-an lagi bulan Februari. Tanpa penolakan, akhirnya gue beli juga tuh tiket, dan akan pergi pada tanggal 17 Februari !! Traveling is never enough !!

Dengan uang 550.000 rupiah dan tiket di tangan, gue beserta 2 orang temen berangkat menuju Singapur (sebenernya gak berdua doang, sebenernya masih banyak penumpang di pesawat itu #yaiyalah). Mengelilingi Singapur dan kota tua di Melaka Malaysia, Gue cuma ngabisin duit 547.000 selama 4 hari 3 malam. Ini makin bikin gue jadi gila traveling murah !!


Maret 2011

Whatever I'm Backpacker
 
Tanggal 13 Maret 2011 adalah tanggal dimana lahirnya blog ini. Blog yang menjadi pedoman buat beberapa orang pembaca blog gue. Menulis menjadi salah satu hobi gue selain backpacking dan melorotin celana terus lari-lari binal keliling komplek.

Sejurus banyaknya postingan yang gue buat tentang backpacker-an, semakin banyak juga orang yang mulai nanya-nanya ke gue. Bukan nanya hutang, tapi nanya tentang backpacker-an yee..

Bukan cuma jalan-jalan murah, Gue pun sekarang jadi hobi banget sama nulis dan share cerita-cerita backpacking-an gue. Dan gue harap kalian bisa ngambil sesuatu yang bermanfaat dari apa yang gue tulis :)

Dari Desa ke Desa #3 (Calabai, Desa Sejuta Tawa, Kisah dan Kenangan)


Melanjutkan cerita gue tentang desa-desa yang gue kunjungi saat melakukan trip di Nusa Tenggara Barat, Lombok dan Sumbawa. Mungkin banyak diantara lo yang gak tahu dan gak pernah tahu tentang desa bernama Calabai. Memang sih, desa-nya kecil dan terpencil kaya kutil. Tapi, kalo kutil itu punya-nya orang cantik, tetep aja kutil itu indah (ini gue ngomongin desa apa kutil, sih?)

ehem..
Jadi gini, Desa Calabai adalah salah satu desa dibawah Kaki Gunung Tambora. Asri, sejuk, orang-nya ramah-ramah, rajin membayar pajak, dan letaknya langsung berhadapan dengan laut. Tapi sayang seribu sayang, sinyal im3 disini cuma nyala pas menjelang maghrib doang, bersamaan dengan listrik yang cuma tersedia dari jam 6 sore sapai 6 pagi. Gak heran kalo warga Desa Calabai yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, tidak tahu gosip gosip tentang artis ibu kota, seperti Syahrini yang ternyata merebut Raul Lemos dari Krisdayanti. Atau para personil SM*SH yang ternyata operasi kelamin di Thailand. #BikinGosipSendiri

Karena gak ada sinyal dan gak ada listrik pada siang hari, maka Desa Calabai cocok banget buat liburan. Jauh dari peradaban, jauh dari jangkauan modernisasi tetapi tetap dekat dengan Tuhan. #eaaaa

Desa Calabai

Gue nginep di Desa Calabai selama 2 hari, sebelum muncak ke Gunung Tambora. Selama 2 hari banyak banget yang Gue dapet dari Desa ini. Letak Desa Calabai lumayan tersembunyi, karena harus masuk jalan kecil dari jalan utama. Pertama kali dateng ke Desa Calabai, kami disambut dengan kelapa muda yang langsung diambil dari pohonnya, fresh from the oven (diatas pohon ada oven)

Pulau Moyo, Kenanganmu Sampai Inggris


Pulau Moyo dan Inggris emang gak ada sangkut pautnya, jaraknya pun sangat jauh walaupun lo coba tempuh dengan naik angkot Cicaheum - Ledeng. Niscaya lo gak akan pernah nyampe kesana sampai kiamat dateng.

Tapi kenapa gue kasih judul tulisan gue ini seperti diatas? (efek males lagi nulis "Pulau Moyo, Kenanganmu Sampai Inggris") (Nah, tapi itu gue nulis lagi judulnya?) Aaaaaah bingung gue. *nyeruduk monitor*

ehem..
Jadi Pulau Moyo yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tengga Barat ini berhasil memikat para pesohor dari Inggris. Sebut saja diantaranya adalah Mick "Bibir" Jagger vokalis  Kangen Band  The Rolling Stones dan Lady Diana. Bukan Diana Zubir, bukan Diana Rosita apalagi Diana.3gp yang gue dapet download dari perawan-manis.blogspot.com. Tapi ini beneran, Lady Diana Sang Putri Inggris pernah menjajakan kaki di Pulau Moyo. Keren.

Pulau Moyo dari kejauhan
Pulau Moyo bisa ditempuh dengan mudah. Perjalanan dengan mobil dapat ditempuh dari Sumbawa Besar ke Ai Bari, kampung pesisir yang terletak sekitar 20 km Utara Sumbawa Besar. Lalu dilanjutkan dengan menyebrang ke Pulau tersebut.

Tapi waktu trip gue ke Pulau Moyo, gue berangkat dari Desa Calabai, desa indah di kaki Gunung Tambora. Gue meninggalkan Desa Calabai menuju Pulau Moyo dengan menggunakan speed boat hasil pinjaman dari Dinas Perlautan disana. Tentu saja diantar oleh Bang Chris, salah satu gegedug Desa Calabai (Bang Chris ini adalah salah satu penjaga laut dikawasan Sumbawa, Dia pernah memenjarakan 3 orang nelayan nakal yang menangkap ikan dengan menggunakan bom dan sianida, keren. Bang Chris harusnya jadi anggota CIA yah)

Tersenyumlah Pada Pagi


Pagi merupakan awal dari apa yang akan kita lakukan hari ini, menyambut pagi dengan perasaan senang akan membuat kita lebih menikmati hari.
 
Tak peduli apa yang terjadi, pagi senantiasa membuat kita bersemangat. Menerjang siang berpeluh keringat. Mencari jati diri menahan sengat.


Larutan Senja Nusa Tenggara Barat


Mungkin kalian berpikir tulisan gue yang sekarang gak kaya tulisan gue yang sebelum-sebelumnya. Tulisan yang ngalor ngidul bin konyol.

Bukan karena gue udah gak bisa ngelawak lagi atau gue lagi jadi orang yang sok serius. Tapi percayalah, hal yang akan gue tulis sekarang emang gak bisa nimbulin mood gue buat nulis kocak. Perasaannya lebih dari itu, deeply melancholy.


Lombok !!! Pantai Lo Keren Banget, S-U-M-P-A-H !!!

Selain cabe dan aneka kuliner super pedas, Lombok juga memiliki deretan pantai yang bisa dikasih ranking A-, kenapa A- bukannya A atau A+? Soalnya absensi Lombok pas kuliah agak jelek, tapi di bidang Matematika dia lumayan bagus kok. krik..krik..krik..

Ok, gue gak mau nge-garing lagi sekarang, karena apa yang akan gue tulis ini menyangkut keindahan yang sangat luar biasa keren. Sumpah, susu tumpah.

Letak Pulau Lombok yang berada di tengah-tengah Indonesia, memberikan keunikan tersendiri sama karakteristik pantai-pantainya. Mulai dari pantai dengan pasir putih yang halus bagaikan tepung terigu di warung Bu Setyo, pantai dengan warna air yang biru hingga hijau sampai pantai yang memiliki deretan batu karang besar dengan berbagai macam bentuk laguna. Subhanauloh sekali.

Disini gue mau nge-review satu-satu pantai yang udah gue kunjungi di Pulau lombok tentunya dengan tingkat ke-sok-tau-an gue yang sangat tinggi. So, here we go..


Pantai Gerupuk

Dari Desa ke Desa #2 (Dewa Mabok dari Desa Bayan Beleq)


"Janganlah sekali-kali kau bermain dengan Narkoba. Kalo Minuman keras? Ok lah. HAHAHA.."

Kutipan kalimat diatas memang gue pegang teguh sampai saat ini Guys, bukan apa-apa nih, bokap pernah berpesan saat gue udah mulai beranjak menuju dewasa, menuju masa akil baliq gue. Saat dimana gue akan beranjak dari kece menjadi super keceeeh.. #SilahkanMuntah

Bokap dengan penuh ke-bijaksana-an dan rasa ke-bapak-annya berkata lirih sambil agak sedikit ngantuk-ngantuk "Nak, sok aja kalo mau keluar malem, mau ngerokok, mau minum, mau be-gaul sama siapa aja, mau gak pulang-pulang kaya Bang Toyib..sok aja.. Asal jangan pernah nyentuh dan make barang yang namanya NAR-KO-BA yah Nak. Waspadalah-Waspadalah.." Gue pun cuma bisa nyengir garing sambil mikir ini bokap apa Bang Napi?
 
Anyway, kenapa gue cerita tentang ultimatum bokap yang mengizinkan gue minum? mungkin maksud dia minum yah minum air putih atau apa gitu yah, bukannya minum minuman keras. Ah, tapi bodo lah.

Jadi gini, hari kedua gue di Lombok, gue menyambangi salah satu desa adat yang bernama Desa Bayan Beleq di Lombok Utara. Desa ini juga menjadi saksi bisu masuknya agama Islam untuk pertama kalinya di Lombok, terbukti dengan berdiri kokohnya masjid kuno yang ber-arsitektur unik. Masjidnya terbuat dari bilah-bilah bambu dan kayu, beratapkan rendah, beralaskan tanah dan bedug-nya berada di tengah masjid. Sungguh gue mikir gimana cara solatnya?

Masjid Bayan Beleq
Anak Nongkrong Masjid

Di samping masjidnya pun terdapat makam dari imam pertama di Lombok, yakni Gaus Abdul Rozak. Sayang gue gak sempet foto-foto bareng sama beliau. #ehh

Kuda Liar Kau Ku Kejar Hingga "Texas"


Pekarangan-nya neraka. Mungkin itu julukan yang pantas gue kasih buat sebuah tempat bernama Doro Ncanga di Kabupaten Dompu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Seonggok tempat keren yang juga berprofesi ganda sebagai salah satu pintu masuk menuju Gunung Tambora.

Kenapa gue kasih nama pekarangan-nya neraka? Percayalah kawan, lo bikin telor dadar di tengah jalan aja itu bisa mateng secara sempurna saking panasnya. Dan menurut ramalan cuaca stasiun TV BBC New York, suhu udara di Doro Ncanga ini bisa mencapai 35 derajat celcius. Sungguh panas dan sungguh gue bohong mengenai ramalan cuaca BBC itu.

Welcome to the Club
Yang Suka Naik Damri, Syukurilah Nak.
Tapi beneran deh, konon orang Sumbawa-nya aja bilang Doro Ncanga ini adalah Texas-nya Indonesia karena Matahari di Doro Ncanga ini ada 9 buah. Mati ga lo !!?? Dan beruntungnya adalah gue sang petualang yang tidak takut kulitnya item karena kepanasan (karena udah item gue pasrah aja mau jadi tambah item, ijo, coklat, merah, ungu. Terserah bebas..) *showeran*

Torowamba dan Torotengge, Keindahan yang tergerus Bisnis

Torowamba
Melanjutkan trip gue di Sumbawa, Pantai Torowamba adalah destinasi selanjutnya. Orang bilang nyari jarum ditumpukan jerami itu sulit, nah nyari Pantai Torowamba ini lebih sulit lagi guys. Sesulit nyari orang jujur di gedung DPR. Sulit bangetkan?

Perjalanan gue menuju Pantai Torowamba penuh perjuangan, jalanan jelek, cuaca panas kaya ada kompor diatas kepala lo, jarak yang jauh, bedak yang meluntur, ketek yang basah ampe lokasi pantai yang antah berantah membuat perjalanan ini semakin menegangkan. Semakin membuat galau.

Ngelewatin Pemukiman Suku Bugis dengan Kapal Pinisinya

Nemu beginian
Banyak orang yang udah kita tanya gak tau tempat yang kita maksud, ampe kita sempet kesasar gitu di hutan yang banyak pohon durinya. Sumpah nih, kalo ada yang ngerampok kita saat itu mungkin gak akan ada yang bisa nolong kita. Bahkan Superman pun gak akan bisa nolong kita. Percaya sama gue.

Thanks ACI detik.com :)

Today is the Day !!!

Akhirnya, kami para petualang ACI akan dikumpulkan kembali untuk mengetahui siapa yang akan memenangkan 100 Juta sebagai hadiah dari program ACI detik.com. Dan bukan cuma itu kejutannya, ternyata pengumuman pemenang ACI ini dilakukan di JCC Jakarta sekaligus dengan acara "Dekade"-nya Trans TV. Keren gak tuh? KEREN BANGEEEEET !!!

Berawal dari Bandung, kita para petualang ACI yang berdomisili di Bandung berkumpul di Gasibu jam 11 siang dan akan dijemput oleh mobil travel yang disediakan oleh pihak detik. Karena jalanan macet dan gue terlalu ganteng, kita tiba di JCC pukul 5 sore lebih. Capek di jalan.

Akhirnya kita para petualang ACI kembali berkumpul, yah walaupun hanya sebagian yang bisa dateng dikarenakan jarak yang jauh bagi petualang yang berada di luar Pulau Jawa. Dan biarkanlah foto-foto keren kita yang bercerita betapa serunya kita saat itu :)
 

Air Terjun Pelangi. Tiu Teja

Pernah denger lagu Band Jamrud yang judulnya "Pelangi"?
Kalo gak salah liriknya begini,

Ada pelangi..
Di Matamu..
Yang membuat lidahku..
Gugup tak bergerak..

Nah !!! Gue gak percaya kalo ada pelangi di matanya, mana bisa ada pelangi segede gaban, nangkring elegan di sebuah mata. Dan siapa gaban itu? gue pun tak tau. Anyway, Orang yang nyiptain lagu ini parah banget gombalnya. Gak asik. Ada juga belek yang ada di mata mah bro, bukan pelangi. Terus kenapa tuh si lidah pake gugup tak bergerak segala? emang dia lagi ngadep Guru BP apa? Kenapa? (terus kenapa gue jadi ngurusin lagu orang)

Ehem..Begini, kalo lo bener-bener pengen liat pelangi, lo wajib dateng ke Air Terjun Tiu Teja yang artinya adalah Mata Air Pelangi, ini gue dapet setelah gue searching di Google Translate Bahasa Sasak - Bahasa Indonesia #eyakaleee

Air Terjun Tiu Teja terletak di Hutan Desa Santong Kecamatan Kayangan, sekitar 35 Km dari Bangsal dan 457.912 Km dari Vietnam Utara. Jauh memang. Air Terjun cantik ini emang bener-bener tersembunyi di dalam hutan, butuh waktu sekitar satu jam lebih untuk gue nemuin persembunyian si Tiu Teja.

Sebenarnya sedikit sekali orang yang tau akan keberadaan Air Terjun Tiu Teja, beruntunglah warga lokal Desa Santong mau menemani. Perjalanan mendaki gunung lewati lembah hingga sampai ke air terjun sama sekali tidak membuat gue capek, kenapa? Banyak banget yang bisa gue liat selama perjalanan, beberapa ekor kera terlihat bergelantungan di atas pohon, sungai yang mengalir, bebatuan besar yang sesekali harus gue lewati dan Naga Indosiar yang sedang berkelahi dengan kalajengking raksasa. Ah, sungguh tidak membosankan.

Minggir-minggir gue mau lewat

Bandung, Kota Yang Cocok Untuk Jatuh Cinta..

Sebelum menulis artikel ini di blog, gue bikin survei kecil-kecilan mengenai Bandung melalui akun twitter gue (@takdos)

Pertanyaannya adalah, Apa yang paling lo rasain "kena" banget dari Bandung? Dari sekian banyak twit yang diposting, twit inilah yang paling banyak di ReTweet sama para followers gue, begini kurang lebih twit-nya :

"Bandung itu cocok buat jatuh cinta, cuacanya teduh, kontur kota menyenangkan, kuliner enak, biayanya pun relatif murah :)"

Dari twit tersebut, munculah ide untuk mengembangkannya menjadi sebuah artikel yang akan diposting di blog untuk mengikuti lomba dari Blogvaganza yang gue liat di Internet.


Let me guess,

Bandung emang tempat yang cocok banget buat yang jatuh cinta atau pacaran, sebenernya kalo lagi jatuh cinta sih emang menyenangkan dimana aja, mau lo di Jakarta, di Palestina, di kamar mayat, bahkan di planet yang cuma ada lo berdua aja tetep menyenangkan kalo yang namanya jatuh cinta. Tapi jatuh cinta di Bandung ini beda kawan, jatuh cinta di Bandung ini bener-bener gak ada duanya.

Kenapa beda dis? emang apa yang bikin beda dis? Lebay lo ah, berantem sini sama gue.. #MendadakNapsu

Eits, tenang dulu Man..
Ok, mari gue jelaskan point per point biar lo ngerti dan gak ngajak gue berantem.

Pertama..
Kita bahas dari cuaca dulu, di Bandung yang terkenal dingin dan sejuk (walaupun sekarang udah panas kaya neraka tingkat 7) Tapi tetep, cuaca Bandung emang udah paling cocok buat pergi-pergian bareng sang kekasih. Dan cuaca ini membuat para pemuda dan pemudi Bandung punya pilihan berdandan yang lebih variatif. Dibanding Kota lain misalnya. Dandanan anak Bandung lebih seru-seru. Cardigans, sweter, hoodie dipinggir jalan? Hanya di Bandung. Di tempat lain dandanan kaya gitu mah kepanasan. Mati gaya. Mati kepanasan.

Di Bandung, banyak tempat pacaran yang enak. Kalo cuaca sedang panas, lo bisa pergi ke daerah atas seperti Dago Pakar, Lembang atau Ciwidey untuk menikmati kesejukan hawa Bandung. Dijamin, nembak gebetan di Lembang atau Ciwidey kemungkinan lo bakal diterima sangat besar Man.. Lo bisa bilang, "mau jadi pacar aku gak? Kalo nggak aku tinggalin nih" Gue yakin si cewe bakal dengan berat hati nerima lo, Hahaha..

Setelah Hujan di Kota Bandung
Terus lagi kalo cuaca sedang hujan, Bandung akan terasa lebih romantis, dinamis, argonomis, spesialis, kue lupis (Bingung? Sama gue juga bingung) Anyway, kalo cuaca-nya lagi mendukung banget, lo bisa pacaran sambil nongkrong-nongkrong di cafe sembari ngopi dan sebagainya. Kalo cuaca-nya bersalju? Berarti lo bukan sedang ada di Bandung, kawan. Hehe :)

Kedua..
Kontur kota, Bandung adalah kota yang enak sekali untuk berjalan kaki. Trotoar tersedia cukup layak digunakan, sepanjang Jalan Dago selalu ada tempat untuk berjalan kaki. Sepanjang Jalan Cipaganti, dengan trotoar yang lebar serta diteduhi pohon-pohon yang rindang, sambil liat-liat rumah-rumah besar di kiri dan kanan jalan akan sangat menyenangkan untuk berjalan kaki, apalagi barengan dengan sang kekasih :)

Kalo gak mau jalan kaki, lo bisa juga bersepeda bareng pacar di Kawasan Dago, Balai kota sampai Jalan Supratman. Sudah ada bicycle track berwarna biru yang siap jadi jalur bersepeda kalian. Yah, walaupun sekarang cat-nya udah banyak yang ilang tapi lumayanlah masih tetep bisa sepedaan bareng sama pasangan.

Sepanjang Jalan Cipaganti

Kontur kota Bandung yang berbukit pun membuat anak Bandung punya pilihan untuk melihat city view, atau kalo malem city lights. Romantiskan?

Bandung City Light
Ketiga dan yang paling penting..
Kuliner enak dan murah. Bandung adalah gudangnya makanan-makanan enak !!! Kalian bisa dapetin semua makanan di Bandung. Mulai yang dari tradisonal sampai yang kebarat-baratan, mulai dari yang manis sampai yang pedes, mulai dari cemilan sampai makanan berat, mulai dari makanan khas Aceh sampai makanan khas Indonesia Timur, mulai dari angkringan sampai restoran fine dinning, mulai dari yang murah banget sampai yang mahal banget ada semua di Bandung. Gak heran banyak para wisatawan yang dateng ke Bandung cuma buat wisata kuliner. Mau yang murah, enak, tetapi tetep romantis? Bandung banyaaaaak banget tempat kaya gituan. Bandung is a paradise of the delicious food.

Biaya pacaran, hehe.. Mungkin ini yang paling krusial. Biaya pacaran di Bandung relatif murah. Bandingkan dengan Jakarta yang kalo lo bawa Rp. 100.000,- doang buat pacaran, misalnya untuk ngajak pacar lo nonton dan makan aja (ok, ini adalah kegiatan pacaran yang paling standar) uang 100.000 perak itu gak akan cukup. Nonton berdua aja udah 60.000 perak, belom bayar parkir di mall yang bisa ampe lebih dari 10.000 perak, belom ongkos atau bensin, terus nraktir makan pacar pake duit 30.000 perak? Mau makan apa, kawan? Makan Roti di supermarket? Hehe..

Makanan di Salah satu Restoran di Bandung
Di Bandung, uang 100.000 perak itu bisa dipake 2 kali nge-date bareng pacar (pengalaman gue) Gimana caranya? yah kalian cari-carilah sendiri. Hahaha.. Pokonya Bandung sangat bersahabat dengan siapapun yang sedang jatuh cinta.

Indahnya Bandungku..


Dari Desa ke Desa #1 (Desa Sade, Desa-nya Penculikan)

Beruga Desa Sade
Bosen sama rutinitas di kota yang monoton? bosen dengan kegiatan lo yang cuma kuliah, kerja, nongkrong di Mall dan boker di celana? (yang terakhir itu khusus buat gue) Lets moving like Jagger bro, Desa adalah tempat yang cocok buat bikin otak lo kembali segar dan waras. Selain tempat portitusi tentunya.

Saat trip di Lombok, gue mengunjungi dua desa yang punya keunikan tersendiri. Entah itu dari bangunannya, adat istiadat maupun peraturan di desa tersebut. Kita sebut saja desa pertama mawar dan desa kedua melati. (nampak seperti desa korban pemerkosaan kan?)

Becanda, becanda..serius amat bacanya :D


Desa Sade bertanggakan batu
Desa pertama bernama Desa Sade yang terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa asli suku sasak, atau suku pertama yang tinggal di Lombok. Desa Sade dihuni oleh Suku Sasak yang hobi makan salak, kerjaannya suka malak, kalo ada yang ngasih uang ditolak, kalo puasa bikin kolak, pemain bola favoritnya adalah Michael Ballack. Gak nyambung memang tapi bodo lah, orang ini blog blog gue. HAHAHAHA..

Keunikan Desa Sade yang paling gokil adalah dari sektor bangunannya, Hotel berbintang 5, Shoping Mall yang luas, dan apartemen bertingkat 30 menjulang tinggi di Desa ini. Tapi gue bohong HAHAHA.. (kok gue becanda mulu yah? maaf yah)

"Seandainya saya Anggota DPD RI" - Pariwisata Adalah Ujung Tombak Perekonomian


       Seandainya saya anggota DPD RI. Mimpi memang, tapi cobalah untuk jujur, dengan menjadi anggota DPD RI setidaknya saya bisa membuat program untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik. Seandainya saya anggota DPD RI, saya akan membuat program yang menyangkut tentang Pariwisata Indonesia. Sebagaimana kita ketahui Indonesia memiliki banyak destinasi pariwisata yang mengagumkan. Maka dari itu, program yang saya akan buat adalah :

·     Memeratakan Pembangunan di Daerah, Pengalaman traveling saya mengatakan, pembangunan di Indonesia sangat timpang. Infrastruktur di Indonesia tidak memerata dengan baik. Lihat saja Indonesia bagian timur yang akses transportasi dan jalannya belum bisa dikatakan layak guna. Sehingga untuk mencapai salah satu destinasi pariwisata sangat sulit untuk dilakukan. Program ini mencakup kemudahan dalam mengakses suatu tempat, transportasi, akomodasi, komunikasi, dan lain-lain.

Akses darat Samarinda - Berau yang 70% jalannya adalah tanah dan batu


·   
        Memberikan campaign dan penyuluhan terhadap warga lokal mengenai Pariwisata, Sebagaimana kita ketahui, objek wisata bagus saja tidak cukup untuk menarik para wisatawan berkunjung ke suatu daerah pariwisata. Maka dengan begitu saya akan membuat program penyuluhan yang menyangkut pendidikan dan pengetahuan umum mengenai pariwisata, terutama objek pariwisata di daerah tersebut. Pendidikan disini akan menyangkut mengenai pembelajaran bahasa asing, pengetahuan umum tentang pariwisata, dan pendidikan karekter warga. Dengan masyarakat yang berilmu, maka objek pariwisata akan semakin maju dan warga pun akan melestarikannya.

·        Mempromosikan Indonesia dan Daerah tersebut, Menurut saya, Indonesia sangat kurang dalam mempromosikan kekayaan dan keindahan Indonesia. Ambilah contoh dari Negara tetangga kita, Malaysia dan Thailand. Mereka berhasil mengemas pariwisata mereka dengan sangat baik. FYI, menurut survey pada tahun 2010, wisatawan asing yang mengunjungi Thailand jauh lebih banyak daripada Indonesia. Hampir 15 kali lipat. Maka dari fakta tersebut kita bisa melihat bahwa promosi pariwisata adalah faktor yang sangat penting untuk mengenalkan lalu memajukan Pariwisata Indonesia. Promosi dapat dilakukan melalui beberapa media, baik cetak maupun televisi. Jangan tanggung-tanggung untuk mengeluarkan budget promosi. Malaysia sendiri mengiklankan pariwisata mereka lewat HBO dan berbagai stasiun TV terkenal lainnya “hanya” untuk bisa mengenalkan pariwisata negara mereka ke seluruh dunia. Dan itu SANGAT BERHASIL.

Source : Google

·    
       Menciptakan Pariwisata, Kekayaan dan keindahan alam Indonesia memang sangat jauh lebih indah dari 3 negara tetangga yang pernah saya kunjungi, Malaysia, Singapura dan Thailand. Singapura yang hampir sama sekali tidak mempunyai kekayaan dan keindahan alam saja bisa mengalahkan Indonesia dalam hal menarik wisatawan untuk menambah devisa Negara. Tapi kenapa mereka bisa? Jawabannya adalah mereka menciptakan Pariwisata mereka sendiri. Ada 2 yang bisa saya ambil dari Negara Singapur mengenai pariwisatanya.

1.   Wisata Bangunan, karena mereka tidak mempunyai alam yang dapat “dijual”, akhirnya mereka membuat bangunan yang bisa menarik minat wisatawan. Mereka menciptakan beberapa objek pariwisata mereka, mereka membuat Universal Studio, Marina Bay Sands, Santolo dan bangunan-bangunan lainnya.

2.   Wisata Kesehatan, wisata tidak selalu harus mengenai objek dan kesenangan saja. Singapur membuat wisata kesehatan. Mereka membuat rumah sakit bertaraf Internasional, mereka memiliki SDM yang ahli dibidang kesehatan, lalu mereka “menjual” hal tersebut dengan harga lebih murah tapi kualitas lebih baik. Faktanya banyak orang Indonesia yang berobat ke Singapur. See?

INDONESIA !!!


Pariwisata Indonesia bisa menjadi ujung tombak Perekonomian. Kenali Negerimu Cintai Indonesiamu.


Lombok adalah Pabrik Cabe

Pandangan pertama begitu menggoda :p

Temen gue, si penulis Travelicious Lombok, Lalu Abdul Fatah pernah nulis dibukunya kalo "Lombok itu bukan cabe", gue setuju Lombok itu bukan cabe. Yang bener, Lombok itu P-A-B-R-I-K  C-A-B-E bro !!! Ok, izinkan gue bercerita tentang si Lombok dan keterkaitannya dengan cabe. Here we go.

Pedes adalah apa yang pertama gue cari kalo wisata kuliner di Lombok, gak usah dicari deh, kayanya hampir semua makanan di Lombok itu bahannya semua pake cabe. Mulai dari ayam rasa cabe, daging rasa cabe, ikan rasa cabe, sayur rasa cabe ampe cabe aja rasa cabe, sangar gak tuh? #cabedeh #CapeItuMah

Ya gini deh, pokonya lo yang doyan sambel dan doyan bikin perut lo mules, Lombok adalah jawaban yang tepat untuk semua itu. Kita mulai dari makanan yang paling terkenal di Lombok, yaitu Nasi Puyung. Bukan nasi payung, kalo nasi payung susah makannya. *Jedotin Pala*

Keunikan nasi puyung ini, dia bisa dimakan buat sarapan, makan siang, makan malem sampe jadi makanan anjing juga bisa. Pokonya nasi puyung ini adalah makanan yang flexibel (bukan karet) bisa dimakan kapan saja, lagi apa saja, dimana saja, sama siapa saja? kamu gak bohong sama aku kan? kamu lagi sama siapa sih? Jujur dong sama aku, jangan bohongin aku terus.. #MendadakGalau

Hemm..sorry tadi curhat dikit. Anyway, mari kita lanjutkan ceritanya.

Nasi Puyung yang paling terkenal adalah "Nasi Balap Puyung Asli Cap Inaq Esun" yang konon telah berdiri sejak tahun 1970 dan gue yakin Si Inaq Esun ini lomba lama-lamaan berdiri sama Nyonya Meneer yang sudah berdiri sejak 1977. See, wanita memang hebat.

Inaq Esun, Sejak 1970

Pulau Kenawa. I can't discribe your exquisite

Ngiri kan lo? :p
Lagi. Gue nemuin pulau surga yang keindahannya tiada tara, tiada lawan dan tiada tanding. Pulau Kenawa, berada di perbatasan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, siapa yang menyangka kalo di tempat sepanas dan segersang ini ada pulau keren nongkrong dengan indah di tengah laut.

Menuju Pulau Kenawa ini gue dianter sama Bapak dari Dinas Perikanan dan Perlautan, Gak lama dari pelabuhan Sumbawa menuju Pulau Kenawa. Hanya 15 menit menggunakan perahu tongkeng kecil, 3 menit menggunakan speed boat, 17 detik kalo lo nebeng terbang sama Superman dan gak akan pernah nyampe kalo lo memilih jalan kaki menyusuri laut. #DitabokPembaca

Kemana Superman?

Dari kejauhan Pulau Kenawa ini udah bisa gue liat, yang membedakan Pulau Kenawa dengan pulau lain disekitarnya adalah adanya bukit kecil di pulau tersebut yang menyerupai toket ABG baru puber, tapi cuma sebelah, mungkin hormonnya bermasalah, atau gak yah mungkin toket-nya satu lagi galau terus kabur. #Abaikan

Gairah hidup (Passion) VS Pendidikan (Education)

Gue pernah sempet bingung antara memilih pendidikan formal dan mendapat gelar sarjana atau mengikuti apa yang menjadi gairah hidup gue (passion). Dan yang pada akhirnya gue lebih memilih mengejar passion gue dan meninggalkan pendidikan gue untuk mengejar gelar sarjana.

Dilema, itulah apa yang gue rasakan tentang hal ini. Keluarga khususnya orang tua gue pengen anak laki-lakinya ini memiliki pendidikan formal dan menjadi sarjana. Tapi entahlah, gue merasa kuliah bukanlah tempat yang tepat untuk gue "selami". Gue pengen traveling, gue pengen menjelajah dunia.

I don’t believe education starts and ends in the classroom. Gue gak percaya kalo pendidikan harus dimulai dan diakhiri dibangunan bernama sekolah atau kampus. Menurut gue, pendidikan formal bukan segalanya, pendidikan yang baik harus sesuai dengan apa yang kita mau, harus menjadi sesuatu yang bisa kita adopsi untuk kehidupan kita sendiri.

Picasso sang seniman besar pernah berkata, semua manusia terlahir sebagai seniman. Tinggal bagaimana cara kita untuk mengasah dan mengejar hal tersebut. Yah, semua manusia terlahir sebagai seniman untuk dirinya sendiri, membentuk pribadinya sendiri sesuai dengan apa yang dia mau dan menghasilkan sebuah "karya" pun untuk dirinya sendiri. Karena manusia hidup dengan semangat mengejar apa yang menjadi keinginan besar dia.

My Passion VS My Education