Pose-Pose Saat Traveling ala Backpacker


Taruhan sama gue, jaman sekarang gak ada orang yang gak foto-foto pas dia lagi traveling. Entah itu pake kamera DSLR, pocket camera, polaroid camera, hadphone, action camera dan lain-lain. Pose nya pun beragam, ada yang selfie, kayang, duduk, berdiri diem aja kek lagi  nahan cepirit, tiduran, sampai ada yang ketiduran beneran.

Backpacker Spot Kota-Kota Di Asia #1


Setiap kali kita mau ngunjungin destinasi baru, pasti kita searching tempat itu. Searching nya macem-macem, ada yang searching foto daerah sana, ada yang searching penginapan murah di sana, ada yang searching transportasi ke sana, ada yang searching wisata apa aja yang ada di sana, ada yang searching tempat makan di sana, bahkan temen gue sering searching tempat portitusi daerah sana. Ya, minimal tempat pijit plus-plus nya lah. Bareng gue.

Menikmati Hamamatsu Matsuri di Shizuoka A la Backpacker Gembel! #JapanTrip


Apa yang paling penting dalam sebuah perjalanan?

Bukan berapa uang yang lu bawa. Bukan di mana penginapan yang bakal lu tidurin. Bukan transportasi apa yang bakal nganterin lu. Jawabannya cuma satu, apa yang paling penting dalam sebuah perjalanan adalah bagaimana lu bisa menikmati apa adanya perjalanan tersebut.

Pukul 8 pagi, setelah gue berpamitan dengan Takeshi, pemilik penginapan kecil di sebuah desa bernama Makigaya (buat yang belum baca cerita gue di Makigaya, noh baca postingan sebelum-sebelumnya. Jangan males baca lu!), gue melanjutkan perjalanan gue di Jepang.

Desa Makigaya, Desa Tenang Penghasil Green Tea #JapanTrip


Meneruskan cerita gue sebelumnya di Makigaya Gak Bikin Backpacker Mati Gaya, dan karena gue udah dimaki-maki sama yang komen disuruh cepetan lanjutin cerita pas gue di Jepang, maka akan gue lanjutkan. Demi kalian.

Sebelumnya, gue cerita kalo pas di Jepang gue banyak jalan kaki yang akhirnya bikin kaki gue bengkak segede dosa. Tapi memang, jalan kaki di Jepang itu menyenangkan, selain trotoarnya lebar dan bersih, pemandangannya juga bagus-bagus. Apalagi pas musim panas, beuh… banyak cewek pake rok mini, sob!

Raja Ampat Murah Banget!



“Kata Siapa Ke Raja Ampat Mahal?” itu adalah pertanyaan yang bakal gue lontarkan ke elu, ke elu dan ke elu, kalo elu masih mikir-mikir juga ke Raja Ampat dengan alasan “Ah, ke Raja Ampat mah mahal”. Salah satu destinasi dengan landscape, pemandangan, bawah laut, sunset, dan semua yang indah-indah yang ada di sana ini ternyata gak susah-susah banget, gak mahal-mahal banget, dan gue gak akan ragu untuk nyebutin kalo Raja Ampat adalah salah satu surga terakhir di muka bumi.

Cukup dengan keberanian + keberuntungan, lu gak harus ngitung banyak duit untuk bisa nyampe ke Raja Ampat. Kecuali lu yang tinggal di Raja Ampat. Ya elu udah ada di Raja Ampat, ngapain juga masih bingung mau ke Raja Ampat? Ah, keler nastar!

Bagaimana Caranya Jadi Traveler Pro

Kemarin-kemarin, dunia per-traveler-an Indonesia, dunia yang di mana mau jalan pake kaki kiri dulu apa kanan dulu bisa jadi perdebatan hebat, dihebohkan lagi sama perdebatan gegara satu artikel ini:
 
  
Iye.. iye.. beritanya udah basi emang. Pas lagi rame-ramenya dibahas di twitter, gue sedang terkapar lemah di atas ranjang rumah sakit sambil menggigil kedinginan. Gue cuma bisa nge-scroll layar hape doang ampe layar hape gue tipis terus jempol gue nembus hape.

Makigaya Gak Bikin Backpacker Mati Gaya #JapanTrip

Sebelum ke Shizuoka, gue kayang dulu di Tokyo subuh-subuh

Mungkin gak banyak yang pernah berkunjung ke sebuah desa cantik bernama Makigaya di Jepang. Terletak tidak jauh dari Shizuoka, dengan menggunakan bus dari stasiun Shizuoka, hanya sekitar 20 menit lu bisa mencapai desa ini.

Gue sendiri waktu ke Jepang gak sengaja ngunjungin desa ini. Karena gue gak punya rencana apapun setelah nyampe Jepang, jadi gue datengin aja kota-kota yang tulisan Jepangnya keren. Nah, pas ke Shizuoka aja gue gak tau mau ke mana. Yang gue tau, katanya Shizuoka itu kota yang lebih nyantai dibanding Osaka ataupun Tokyo. Yaudah, akhirnya gue cobain ke sana. Dan ternyata emang bener, saking santainya ini kota, gue gak ngeliat tuh ada orang-orang kantoran berjas yang seliweran kayak di kota lainnya. Malah kebanyakan gue liat manula-manula aja sambil gandeng cucunya. Dan saking nyantainya ini kota, gue pikir Bob Marley berasal dari Shizuoka. Yomaaaan!

Mendadak Jadi Turis di Kota Sendiri – KAA2015



“Apa yang paling dicintai dari Bandung?”
 
Pertanyaan yang sulit gue jawab sampai sekarang, hampir 24 tahun gue tinggal di kota yang namanya bisa menjadi kata kerja (nge-Bandung) saking nyaman dan cantiknya kota ini. Dibanding menjawab apa yang paling dicintai dari Bandung, gue lebih seneng kalo ditanya “Apa yang paling dibenci dari Bandung?” at least jawaban gue akan lebih singkat.

Review Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Film, Tapi Juga Harapan


“Gue gak pernah bercanda soal kopi.”

Ben berulang kali mengucapkan kalimat itu di dalam film Filosofi Kopi. Film yang diadaptasi dari novel seorang penulis cerdas, Dewi Lestari, atau lebih dikenal dengan nama penanya, Dee.

Apa yang special tentang film Filosofi Kopi, sehingga gue menuliskan review-an film ini di blog whateverbackpacker.com, blog yang gue khususkan untuk cerita-cerita perjalanan backpacking gue. Jawabannya simple, gue adalah penggemar tulisan-tulisan dari Mbak Dee. Gue adalah pecinta kopi. Dan gue adalah seorang pemilik sebuah kedai kopi di Bandung yang sangat berekspektasi besar terhadap Filosofi Kopi. Terhadap film Filosofi Kopi.

Tanjung Lesung - Menyelamatkan Kewarasan Sejenak

Sebelumnya, yang gue tau dari Pandeglang, Banten dan sekitarnya itu cuma dua hal. Seni bela diri Debus dan walikota Banten, Ratu Atut yang berkosmetik tebal. Gak ada yang lain. Sampai akhirnya, pekan kemarin, di tengah kesibukan bisnis gue (Cieee.. sok bisnis lu, Dis!)

Ehem..

Sampai akhirnya, pekan kemarin, di tengah kesibukan bisnis gue (Cieee.. sok bisnis lu, Dis!)

Ehem..

Ini apaan banget, sih!

Mochamad Takdis: Berawal dari Traveling hingga Jadi Entrepreneur - Tulisan Dari Jesha Vebrattie

Aku yang merem saja :(

Kamu suka jalan-jalan? Hobi traveling? Bagus! Ternyata traveling bisa mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita lho, Updaters. Kegiatan ini memang paling ampuh mengusir rasa jenuh. Bahkan bagi sebagian orang, traveling berhasil membuka mata mereka untuk menentukan jalan hidup yang harus mereka pilih. Begitu pula yang dirasakan oleh Mochamad Takdis (@takdos). Beberapa waktu lalu, pria yang akrab dipanggil Adis ini berbagi pengalamannya soal traveling ala backpacker dengan Kampus Update di kafe Whatever Restore, Bandung.

Apa Yang Kamu Lakukan, Dis? Kamu Travel Blogger Bukan, sih? Kok, Gak Pernah Posting Lagi!!!

Mungkin judul di atas adalah judul tulisan terpanjang yang pernah gue tulis di blog ini. Mungkin, dengan judul yang panjang, bisa menebus kekosongan blog ini dari 2 bulan kemarin (gak juga, sih!). Iya, 2 bulan blog ini gak ada tulisannya. Bahkan, perasaan gue gak pernah buka-buka blog gue sendiri.

Blog yatim piatu. Blog yang ditinggalin “mati” sama penulisnya.

Melihat judul di atas, kalian pasti tau, kenapa gue jarang nulis lagi. Alasannya bisa kalian baca di beberapa postingan sebelum tulisan ini.

Kata Siapa Travel Blogger Cuma Bisa Nulis?

30 Desember 2014..

Waktu di jam tangan G-shock gue menunjukan pukul 21.16 WIB..

Gue duduk di sebuah café baru di bilangan Jl. Hasanudin, Bandung. Tepat di depan kampus terkenal, Universitas Pasundan Dipatiukur..

Gue duduk di meja paling belakang café itu, dikeriuhan café, gue menjejalkan gendang telinga dengan lagu-lagu mellow melalui headset. Yah, gue pengin cerita sama kalian. Cerita tentang apa yang gue lalui di tahun 2014 ini..

Whatever I'm Backpacker Soundtrack

HALOOOOOO PARA PARAMPAM SEMUAAAAAAA!!!

ANJIS, UDAH LAMA BANGET GUE KAGAK POSTING CERITA! BULAN INI AJA AMPIR-AMPIRAN KOSONG NIH POSTINGAN! 

SEBAGAI BLOGGER GAGAL AKU MERASA BERHASIL! MUAHAHAHAHA~

Terus, apa yang bakal gue ceritain sekarang? Tentang perjalanan ke mana?

Filipin?

Jepang?

Macau?

Sulawesi?

Puerto Princesa, Baby!



Begitu sampai Manila di hari pertama gue ke Filipina. Gue gak langsung keluar dari Bandara Internasional NAIA. Gue langsung melanjutkan perjalanan menggunakan Cebu Pacific Air menuju Puerto Princesa. Gue kasih tau tips dan trik kalo lu mau traveling di Filipina dan pergi ke pulau-pulau mereka.

Ambillah pesawat yang berangkat tengah malam dari Jakarta. Dan kebetulan flight Cebu dari Jakarta ke Manila yang gue pake itu flight-nya sekitar pukul 12 malam. Perjalanan ke Filipin kurang lebih sekitar 4 jam. Nah, karena waktu Filipin dan Indonesia berbeda satu jam. Maka pas sesampainya di Filipin udah agak terang-terang dikit, jam 5.30 subuh. Nah di sini trip dan trik yang bakal gue kasih buat menghemat biaya kalo lu mau muter-muter Filipina.

Philippines The Nation of Church

Apa yang lu cari saat lu pergi ke suatu tempat atau destinasi? Pantai? Gunung? Sawah? Kuliner? Spa dan massage? Atau bangunan bersejarah yang super keren?

Nah, kalo jawaban lu adalah pertanyaan gue yang terakhir, maka, lu harus banget nyoba datang ke Filipina. Negara dengan bendera berwarna merah biru dan putih ini memang memiliki banyak sekali bangunan bersejarah. Selama masa 265 tahun, Filipina merupakan koloni dari Kerajaan Spanyol, maka gak heran kalo pas dateng ke Filipina, ada beberapa tempat yang kayak lu lagi ada di Spanyol. Yah, walaupun gue belom pernah ke Spanyol, sih. Bayarin ke sana napa, Bos!

Gue cerita dikit, yah. Dulu waktu sebelum Spanyol datang ke Filipina, mayoritas penduduk Filipina adalah muslim, karena Filipina dekat dengan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia dan juga dekat dengan Melayu. Namun, semenjak kedatangan Spanyol, mayoritas agama mereka menjadi Kristen (kebanyakan Katolik) dan sekarang 90% penduduk Filipina memeluk agama Kristen. Maka, gak heran, banyak sekali gereja-gereja keren di Filipina bekas peninggalan kolonial Spanyol. Sangat melekat sekali arsitektur Spanyolnya.

Transportasi Khas Filipina

Ke suatu tempat atau negara baru, rasanya gak afdol kalo gak nyobain transportasi khas mereka. Sebagai backpacker, gue selalu mencoba moda-moda transportasi termurah, gak peduli itu lebih lama, lebih capek, lewat darat, lewat laut, atau misalnya rentan kecelakaan. Bodo amat, yang penting murah. Naik bis yang rodanya cuma 3 misalnya. Gak apa-apa.

Nah, kalo ke Filipina, ada dua moda transportasi yang jadi kendaraan umum di sini, dan gak akan lu temuin di negara lain. Kendaraan-kendaraan ini memang menjadi penggerak ekonomi untuk masyarakat Filipina. Gimana nggak, sama kayak di Indonesia, transportasi ini digunakan setiap hari oleh hampir seluruh masyarakat Filipina. Apa aja itu? Nih gue kasih 3 transportasi khas Filipina.

New Logo Whatever Backpacker!


Hai semua! Semua hai! Backpacker hai! Blogger juga hai!

Gak kerasa, udah lebih dari 3 tahun blog gue ini eksis di jagad per-travel-blogger-an Indonesia. Dan gak kerasa juga udah banyak yang gue dapet dari blog ini. Entah itu penghargaan, materi ataupun yang lebih besar dari itu, pendewasaan.

Memasuki bulan September, Whatever Backpacker di mana sebuah blog yang menjadi sebuah brand travel gears gue ini akan melakukan sesuatu langkah yang baru. Yang semula hanya bisnis main-main, sekarang akan gue naikan tingkatannya ke lebih profesional, yaitu sebuah perusahaan berbadan hukum.

Mau ke Filipin murah? Cebu Pacific Air Aja Kali!



Mabuhay, backpackers!

Ini kali kedua gue ke Filipin, negara dengan banyak pulau, pantai-pantai dan keunikan wilayahnya masing-masing. Waktu pertama kali ke Filipin sekitar2 tahun lalu, gue ngerasa bersyukur banget! Ya gimana gak bersyukur, sob! Gue dapet 5 kali penerbangan (Jakarta - Manila - Kalibo - Hong Kong - Manila - Jakarta) gak lebih dari 200 rebu rupiah! Iya, beneran cuma seharga travel PP Bandung - Jakarta - Bandung. Murah abis! Ngiri kan lo? Bingung kan lo gue ke Filipin dan negara lainnya pake apa? Pake ojek? Ya kali! Mari gue kasih tau..

Bertemanlah Saat Backpacking, Backpacker!


“So, in Turkey, when Ied Mubarak, every childern get a candy?”

“Yes, and they are very happy when Ied Mubarak come. Very different with Eid Al-Adha, because we not give candy, but a lot of goat. And childern dont like hahaha..”

“Hahaha.. How about German, Martin?”

...


Urban Camping, Cara Murah Buat Tidur di Jepang!


Jepang udah terkenal banget ke seluruh dunia sebagai salah satu negara yang paling mahal biaya hidupnya. Mahal banget! Bayangin, untuk makan aja lu bisa ngeluarin Rp. 30,000 - Rp. 50,000 untuk sekali makan. Itu pun cuma makan bento (nasi beserta lauk pauk) doang yang dijual di mini market yang tersebar di Jepang macam Lawson, Sevel, Family Mart, dll.

Untuk transport? Jangan tanya, gue yang super irit gini aja ampun-ampunan sama mahalnya transport di Jepang. Gila, untuk tiket bus dari Shizuoka ke Osaka aja budget-nya sama kayak biaya hidup gue di Thailand seminggu! Edan, kan!? Makanya, gue bilang Jepang itu negara yang gak bersahabat buat para backpacker.

Isengnya Gue Keterlaluan!


You don't need a doctor when you are stressed, all you need is a journey!

“Duh, bete, nih. Jenuh banget gue tiap hari depan laptop liatin kerjaan. Pengin banget backpacker-an lagi sendirian. Ngilangin diri!” *menghela nafas*

Kata hati gue akhirnya meluapkan kepenatannya, di suatu malam, tepat dua minggu yang lalu. Gue cuma bisa menatap kosong layar laptop, sembari kembali mengenang perjalanan-perjalanan yang udah gue lakuin sebelumnya. Yaps, lumayan cukup banyak yang berubah setelah gue punya usaha sendiri. Perubahan paling kerasa adalah ke passion gue, backpacking dan menulis. Jarang di-update-nya blog, berbanding lurus dengan jarangnya gue backpacking. Padahal, dulu, hampir tiap bulan gue punya jadwal nge-trip, dan hampir 7 artikel gue tulis dalam satu bulan.

[7 Wonders] Overland Trip + Mobil Tangguh + Kopi + Sumatera = Perfect!



Ada rasa sesal,  kesal, dan ngiri ketika gue harus baca lagi kisah perjalanan teman-teman sewaktu ikutan trip “Terios 7-Wonders Sumatera Coffee Paradise”. Sesal karena gue gak sempat ikutan dan berpartisipasi pada trip itu. Kesal, karena konsep trip-nya adalah apa yang gue mimpi-mimpikan, bertualang overland menggunakan mobil, dan ngiri karena destinasinya yang keterlaluan keren dan gue pengin banget ke sana karena destinasinya adalah tempat-tempat di mana kopi-kopi juara Sumatera di produksi! Dan gue adalah pecinta kopi sejati. Saking cinta banget sama kopi, gue mau nikah sama sekarung kopi. Akh!

Jajanan Bikin Ngaceng!


Anjir, udah lama banget kayaknya gue gak nulis tentang perjalanan gue yak? Ah, gue merasa sangat berdosa sama blog ini. Isinya iklan doang kayaknya :(

Tapi wajar, sih. Sekarang gue lagi sibuk-sibuknya  ngurusin WTVRBCPR, brand travel gears gue. Tapi jujur, gue sering banget sedih liat blog ini. Dulu, setiap bulan gue bisa ngeposting lebih dari 4 cerita. Sekarang, karena gue nya juga jarang-jarang backpacker-an lagi, dua sampai tiga cerita aja udah syukur. AAAAAAAAAAAKHHHHH AKU BACKPACKER MURTAAAAAAAAAAAD :((((

Random Trip #2 - Puerto Galera, Filipina



Sebelum mulai baca postingan ini, ada baiknya kalian baca dulu Random Trip #1 - Manilla, Filipina

Tapi beneran lama tuh orang mikirnya, sampai ada satu tempat yang terucap dari bibirnya, “Puertoooo Galeraaaaa.” 

Journey!

Lo pernah gak sih ngerasain stress, kesel, bete, bosen dan sebagainya terhadap rutinitas lo sehari-hari? Entah itu lu masih sekolah, kuliah, kerja ataupun lo stress gara-gara lo pengangguran.

Beberapa bulan terakhir ini, gue sering banget ngerasain itu semua. Dulu, gue gak pikir panjang lagi kalo mau traveling. Istilahnya, detik itu gue mikir pengin jalan-jalan, detik itu juga gue bakalan langsung cabut ke mana aja yang gue mau.

Tapi itu dulu..

Percaya?




Hai, di postingan ini lu gak akan nemuin foto-foto backpacker-an gue. Lu gak akan nemu tips-tips backpacker-an dari gue. Tapi lu bakal tau, apa yang bisa lo buat dari satu buah kata bernama "passion". 

Tapi sebelum baca kelanjutannya, mungkin lo harus baca ini dulu:

Random Trip #1 - Manilla, Filipina

Filipina..

Sebenernya ini perjalanan gue yang udah lama banget. Awal tahun lalu kalo gak salah. Tapi baru gue posting sekarang dikarenakan tadinya gue mau taro cerita ini buat buku terbaru gue nanti. Tapi, ya sudah, lah, yah. 

Udah lama banget gue pengin backpacking kesini. Bukan.. gue bukan pengin liat pantai-pantainya yang terkenal cantik, kok. Kalo pantai cantik mah di Indonesia juga banyak. Salah satu alasan gue pengin ke Filipin adalah gue pengin liat club gay terbesar disini. Eh, salah. Bukan, bukan itu.

Gak Ribet Dengan MyTelkomsel


Jaman sekarang, apa-apa udah canggih. Mau ngapa-ngapain juga udah gampang. Tinggal pencet-pencet layar gadget lu, semua bisa dikerjain. Apalagi kalo udah mencakup hal traveling. Udah gak aneh lagi kalo sekarang banyak traveler yang bawa gadget-gadget canggih kemana-mana. Selain untuk membantu perjalanannya, gadget canggih juga bisa banget buat foto-foto di perjalanan, nulis cerita perjalanan, nyari tempat-tempat seru, dan masih banyak lagi.

Tapi, gadget canggih bakalan kerasa hampa banget kalo gak didukung sama aplikasi yang keren juga. Nah, baru-baru ini, buat lo pengguna kartu Telkomsel, ada aplikasi keren yang bernama MyTelkomsel. Karena Telkomsel adalah salah satu kartu yang bisa dipakai dibanyak tempat-tempat pelosok Indonesia, maka ini berguna banget buat kalian.

Gue, Sepak bola, dan Party - #RoadtoIbizaFinal

Open Your World



Party dan sepak bola, itu dua hal yang gak akan pernah gue tolak. Pertama kali backpacking, gue pergi ke Phuket Thailand. Dan kalian tau apa yang pertama kali gue lakukan sesampainya di penginapan? Gue naro backpack, dan langsung cabut bareng dua orang Jerman yang baru gue kenal di penginapan. Kemana kita? Apalagi kalo bukan party! Iya, kita bertiga mengunjungi sebuah club di tengah kota Phuket. Perjalanan hari pertama gue di Phuket, sukses bikin gue pulang sempoyongan!

Dan sepak bola. Sebagai seorang yang tumbuh dan tinggal di kota dengan atmosfer sepak bola yang tinggi (Bandung) gue menjadi sosok yang mau gak mau suka banget sama sepak bola. Gue punya kemampuan menendang yang baik, mulai dari jaman SD ampe sekarang gue suka banget main bola. Itu kenapa, setiap kali main bola, gue selalu merobek jala gawang. Gawang gue sendiri. Gue robek-robek jaringnya pake gunting..

Selagi traveling pun, gue selalu menyempatkan diri berkunjung ke stadion-stadion yang ada di destinasi yang gue kunjungi, pas ke Kalimantan Timur, gue main ke stadionnya Bontang FC yang katanya paling bagus di Kalimantan. Pas ke Bangkok, Thailand, gue sempet-sempetin ninggalin pacar gue di hotel cuma buat nobar ke salah satu bar di Khaosan Rd. nonton pertandingan tim kesayangan gue main.

Pun pas gue ke Malaysia, gue nonton timnas Indonesia yang waktu itu tanding lawan timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil. Skor telak 0 - 2 membawa Indonesia menang melawan Malaysia. Dan itu juga yang membawa gue harus lari-larian dari stadion ke kereta buat nyelametin diri gegara dikejar sama suporter Malaysia yang ngamuk gegara kalah. Pengalaman yang seru sekaligus bikin gue hampir bonyok di negeri orang :))

Si ganteng lagi di Stadion Bukit Jalil. Gue, bukan temen gue!

Di luar semua itu, tetiba, gue liat @HeinekenID bikin acara #RoadtoIbizaFinal yang ngasih hadiah ke Ibiza, Spanyol. Buat apa? Buat party dan tentu saja nonton Final UEFA Champions League di sana! Man! IT’S AMAZING! Adrenalin gue juga semakin memuncak ketika gue liat videonya..



*senyum-senyum ngebayangin gue ada di sana*

Kapan lagi lo bisa dapetin satu paket keseruan surga dunia!? Pergi ke Ibiza, Spanyol buat seneng-seneng menikmati liburan berkelas bareng DJ-DJ keren dan pemain-pemain bola