How to be a #WIBagent


Halo, selamat siang semuanya. Sebenernya, gue gak pinter nulis yang formal-formal, basa-basi dan menerangkan sesuatu. Jadi langsung aja, yak. Gue mau ngajakin kalian buat jadi #WIBagent!

Apa itu #WIBagent?

##WIBagent adalah reseller yang menjual kembali barang-barang WTVRBCPR. Biar kerenan dikit, makanya gue nyebutnya #WIBagent.

Sistem dari #WIBagent juga gampang banget, gak akan ribet dan tentu saja bakalan sangat menguntungkan buat si agent.

Grade
Bronze
Silver
Gold
ID Card
E-catalogue
    Free Body Wallet

Free Tshirt



Discount 10%
Discount 15%
Discount 20%
*Price
IDR 500K
IDR 1000K
IDR 1500K

*) K = .000,-
ex: 100K = 100,000

Ada 3 pilihan jenis grade untuk menjadi #WIBagent dengan keuntungannya masing-masing: Bronze, Silver dan Gold. Dari ketiga pilihan itu, kalian bisa memilih sesuai kebutuhan kalian.

  • Grade Bronze: Kalian akan mendapatkan ID card, e-catalogue dan diskon 10% setiap pembelian produk WTVRBCPR. Kalian hanya perlu mendeposit uang sebesar IDR 500K yang kemudian deposit itu bisa kalian pakai untuk mengambil barang WTVRBCPR sesuai nominal (dengan sudah dipotong diskon 10%)
  • Grade Silver: Kalian akan mendapatkan ID card, e-catalogue, free body wallet dan diskon 15% setiap pembelian produk WTVRBCPR. Kalian hanya perlu mendeposit uang sebesar IDR 1000K yang kemudian deposit itu bisa kalian pakai untuk mengambil barang WTVRBCPR sesuai nominal (dengan sudah dipotong diskon 15%)
  • Grade Gold: Kalian akan mendapatkan ID card, e-catalogue, free body wallet, tshirt dan diskon 20% setiap pembelian produk WTVRBCPR. Kalian hanya perlu mendeposit uang sebesar IDR 1500K yang kemudian deposit itu bisa kalian pakai untuk mengambil barang WTVRBCPR sesuai nominal (dengan sudah dipotong diskon 20%)

Jadi, setiap bulan, kalian diwajibkan untuk membeli produk WTVRBCPR sesuai dengan jenis pilihan grade #WIBagent kalian. Misalnya kalian pilih silver: maka, setiap bulan kalian harus mengambil produk WTVRBCPR dengan nominal sebesar Rp. 1.000.000,-

*) Dan kapanpun, kalian bisa upgrade status #WIBagent kalian.

Apabila dalam 3 bulan tidak ada transaksi, maka secara otomatis status #WIBagent kalian akan hilang. Dan kesempatan kalian buat dapetin reward juga hilang~

Reward? Emang bakalan ada reward apalagi buat si #WIBagent?

Yak, gue bakal kasih kalian REWARD buat #WIBagent yang berprestasi! Hahahaha~

1. Dengan minimal pengambilan produk WTVRBCPR mencapai  sebesar Rp. 10.000.000,- kalian bisa dapetin 1 tiket pesawat PP ke Bali dari Jakarta.

2. Dengan minimal pengambilan produk WTVRBCPR mencapai sebesar Rp. 20.000.000,- kalian bisa dapetin 1 tiket pesawat PP ke Singapore dari Jakarta.

Dan, gak ada maksimal waktunya loh kapan kalian bisa dapetin reward itu, yang penting, setiap bulan kalian rajin aja ngambil produk dan jualannya :D

So, buruan kirim email ke wtvrbcpr@gmail.com dengan subject: #WIBagent

Pilihlah jenis #WIBagent kalian. Dan mari bergabung bersama WTVRBCPR TEAM!

Penculikan Anak Batak

 




Di suatu pagi yang cerah di Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara.
“Ucoooooook!! Bangun kau!! Jam 7 sekarang! Sudah siang ini, nanti telat kau pergi sekolah! Ini adik-adik kau Mamak harus urus juga. Bangun cepatlah kau!”
“Hemm.. Lima menit lagi saja lah, Mamak.”
“Ah, kau ini pemalas!”
30 menit kemudian..
“UCOOOOOOOK!!! KAU BELOM BANGUN-BANGUN, HAH?? JANGAN MALAS SEKOLAH LAH KAU UCOK. KAU MAU MACAM BAPAK KAU, JADI TUKANG OJEK??”
“Hemm.. emang jam berapa ini Mamak?”
“INI SUDAH JAM SETENGAH DELAPAN TAU!!”
“HAH? ASTAGA! TELAT AKU!”
Pagi di Pulau Samosir pun semakin cerah.
Namaku bukan Ucok, tapi Gunawan. Karena aku dari keluarga Batak, maka panggilan untuk anak lelaki macam aku ini, Ucok. tapi kadang-kadang aku dipanggil Monyet oleh Mamakku ketika aku ketauan ngintipin Leli, anak tetangga seumurku yang lagi mandi. Aku anak sulung dari 5 bersaudara. Usiaku masih 8 tahun dan aku bersekolah di salah satu SD di Samosir, aku kelas 3. Aku punya 4 orang adik. 3 orang perempuan dan satu laki-laki, bungsu. Mamak ku galak banget, kalo Mamak sudah marah, semua orang di rumah pada tutup kuping karena takut gendang telinga pada pecah. Semua orang, termasuk Bapak.
Bapakku, sehari-hari bekerja dengan motornya. Bukan, Bapak bukan pembalap moto GP. Bapak ku adalah tukang ojek paling terkenal di Pulau Samosir. Kenapa Bapakku bisa terkenal? Karena  dulu dia pernah ngebonceng Presiden Suharto. Iya, beneran. Bapak dengan bangganya sering banget cerita kalo dia bangga bisa jadi tukang ojek, kata Bapak, itu adalah keputusan yang paling tepat di dalam hidupnya. Gara-gara jadi tukang ojek akhirnya Bapak bisa ngebonceng Presiden Suharto saat berkunjung ke Pulau Samosir. Tapi disela-sela ceritanya, Bapak selalu bilang, keputusan yang paling dia sesali adalah menikah dengan Mamak. Mamak pun kembali marah besar.
Pagi ini sama seperti pagi biasanya. Sama kayak orang kota yang tidak suka hari senin, aku pun tidak suka hari senin. Aku selalu membayangkan, andaikan aku bisa libur setiap hari, bisa bebas main dan gak harus bangun pagi. Sebenarnya aku tidak suka sekolah. Buat apa sekolah? Presiden sudah ada, Menteri pun sudah banyak. Orang-orang di kampungku ini paling-paling nantinya jadi petani, jadi tukang ojek macam Bapak, atau paling bagus jadi sopir angkot di Kota Medan.
Setiap hari pun aku harus jalan kaki lumayan jauh buat bisa bersekolah, belum lagi kalo aku telat bangun seperti sekarang, aku harus lari ke sekolah supaya gak telat-telat amat. Ya, kadang Bapak nganter aku sih sebelum kerja, tapi itu pun kalo Bapak bangun pagi.
Oiya, aku lupa, sekarang pelajaran matematika, Bu Endang. Mati muda aku!
Tok.. tok.. tok..
“Selamat pagi ibu. Maaf aku terlambat.” Ucapku sambil membuka pintu kelas yang tengah belajar.
“Bah, Kau lagi, kau lagi. Sering kali kau terlambat, Gunawan. Kali ini kenapa kau terlambat? Tolong, jangan bilang kalo kau telat gara-gara terkunci di dalam kamar mandi lagi!” Bu Endang yang terkenal galak langsung menginterogasiku.
“Eng.. eng.. Tidak bu. Aku tidak terkunci di dalam kamar mandi lagi.” Sebagai siswa yang pandai berkelit, aku harus mencari alasan baru yang lebih masuk akal. “Eng.. tadi.. tadi aku sebenarnya sudah bangun pagi, kan. Terus aku pun sudah mandi dan gosok gigi. Pergi dari rumah pun saat matahari belum muncul..”
“Nah, terus kenapa kau bisa terlambat!?” Bu Endang memotong ceritaku yang belum selesai.
“Nah, saking semangatnya pengin belajar, aku langsung pergi ke sekolah, bu. Aku lupa kalo aku masih pakai handuk. Aku balik lagi lah ke rumahku buat pakai seragam.” Keluhku.
“BAH! Macam mana pula kau ini, Gunawan!” Teriak Bu Endang setengah tak percaya dengan alasanku. Untung sih, masih setengah percaya. “Yasudah, cepat kau duduk. Jangan lupa kumpulkan PR matematikamu di meja ibu.” Baru beberapa langkah masuk ke kelas, Bu Endang menyuruhku mengumpulkan PR.
“Hah, PR?” Mampus, aku lupa.
“Jangan-jangan kau belum mengerjakannya, Gunawan? Haduuuuh. KELUAR KAU GUNAWAN!” Teriak Bu Endang ngamuk. Teman-teman sekelasku hanya tertawa terbahak-bahak melihat aku diusir.
Ya beginilah nasibku. Gak sekali dua kali aja aku diusir dari kelas, bahkan sekolah. Terlambat lah, gak ngerjain PR lah, ketauan ngintip toilet cewek lah, ngintip toilet guru cewek lah, berantem, dan masih banyak lagi. Oiya, khusus yang terakhir itu, sebagai anak batak sejati, aku memang suka berantem. Menurutku, anak batak itu harus pandai berantem. Hampir 3 kali seminggu aku berantem. Itu juga yang bikin aku di juluki “Gunawan Jambak” di sekolah. Ngeri, kan, julukanku? Gunawan Jambak. Beuh! Aku mendapatkan julukan itu karena sering berantem dengan Lela, Mutia dan Rini. Trio cewek sok tau.
Karena tadi aku udah diusir oleh Bu Endang, dan karena aku siswa penurut, aku memutuskan untuk pulang lagi ke rumah. Ganti baju, terus lanjut main sama Julius dan Matius, teman mainku di rumah.
Tapi, di perjalanan menuju rumah, aku bertemu dengan seoraang abang-abang berkacamata dengan rambut acak-acakan sedang bawa motor. Bawa motornya pun acak-acakan, dia hampir nabrak aku. Mungkin dia gak tau mana rem mana gas.
“Dek, tau arah museum gak, dek?” Tanya abang berkacamata itu.
“Museum apa, bang?” Tanyaku balik.
“Museum batak, dek. Apa tuh, yang bisa liat tari-tari apa?” Si Abang nanya lagi.
“Tari apa, Bang?” Aku balik nanya lagi.
“Tari batak, dek. Itu loh, yang patung bisa nari sendiri.” Si Abang menerangkan dengan susah payah, tapi aku makin gak ngerti.
“Tari apa, Bang? Patung apa? Abang siapa?” Aku ketakutan kalo-kalo abang berkacamata ini adalah sindikat penculik anak yang sedang ramai aku tonton di TV.
“Bentar Abang ingat-ingat dulu.”
5 menit kemudian..
“Aha!”
“Sudah ingat, Bang?”
“Abang masih lupa. Bentar.”
15 menit kemudian..
“Nah! Patung.. Duh. Susah ingat lagi. Coba kau sebut, ada patung apa aja disini, dek?” Lama aku nunggu, si Abang malah balik nanya lagi.
“Liberty?” Jawabku.
“Bukan, itu mah di Mesir!”

Jangan Pacaran Sama Cowok Backpacker

whatever i'm backpacker

Ini sebenarnya bisa jadi postingan yang paling beresiko buat gue. Postingan bunuh diri. Gimana nggak, dari judulnya aja, udah fix bikin gue dan cowok-cowok backpacker lainnya bakalan susah dapet cewek. Tanpa postingan ini aja udah bikin gue susah dapet pacar, apalagi ada postingan ini, yah, udah fix banget lah ini titit cuma dipake buat kencing. Hiks.Wan Wan Emoticons 28

Tapi gue harus bersikap adil. Adil, kalo gue gak punya pacar, cowok lain juga harus gak punya pacar. HAHAHAHAHAHAHAHA~Wan Wan Emoticons 10

Jadi gini yah cewek, kenapa gue bilang jangan pacaran sama cowok yang hobinya backpacking? Berikut alasannya :

1. Cowok backpacker itu hidupnya bebas. Gak terikat sama apapun. Kalian minta komitmen? Jangan harap. Eh, tapi gak gitu juga, deng. Bisa aja sih berkomitmen tapi tergantung ceweknya, kuat gak buat ditinggal-tinggalin?

2. Cowok backpacker itu gak merhatiin penampilan. Kulit gosong, kering karena sering kena sinar matahari. Baju dekil karena jarang ganti baju pas nge-trip. Jarang pake parfum, makanya jangan heran bau mereka lebih mirip bau bangke daripada bau manusia. Luka dimana-mana karena sering belusukan ke hutan, gunung, bebatuan.

“Tapi, Dis, Jokowi juga belusukan gak ada luka-luka, tuh?”

Eits, lo gak tau aja dibalik kemeja lengan panjang dan celana bahan cutbray yang dipake Jokowi, ada badan yang penuh luka. Luka peluh memperjuangkan kemakmuran masyarakat. Hazek.

Kenapa jadi bahas Jokowi ini bangskay!

Lanjut~

3. Cowok backpacker gak pernah bisa diajak maen ke mall. Ini nih, buat cewek yang kalo pacarannya harus ke mall, ke cafe, nonton ke bioskop, foto box pake asesoris topi badut sambil pose sok imut. Buang jauh-jauh deh kebiasan lo itu. Mereka (cowok backpacker) itu paling gak doyan maen ke mall. Buat mereka, hutan, gunung, pantai lebih seru daripada mall. Nonton karapan sapi lebih seru daripada nonton bioskop. Makan makanan pinggir jalan lebih enak daripada makan di tengah jalan di restoran atau cafe.  Foto nendang sambil loncat ala Liu Kang, lebih seru daripada foto sok imut di dalem kotak.Wan Wan Emoticons 17

#WeAreTravelBlogger

whatever i'm backpacker


Hai, travel bloggers!

Memasuki bulan Februari ini, gue dan beberapa teman di Celoteh Backpacker ingin mengadakan sebuah permainan/ kompetisi/ turnamen atau apapun sebutannya. Intinya ini tentang menulis dan menghargai sebuah tulisan.

“Menghargai sebuah tulisan? Maksudnya, Dis?”

Jadi gini, sekarang banyak banget travel bloggers bermunculan di Indonesia. Baik yang udah lama, maupun yang baru-baru mulai. Nah, khusus untuk yang baru mulai, banyak sekali gue temukan kasus ketika mereka memulai menulis di blog, namun minim yang mengomentari. Jangankan mengomentari, yang membacanya pun kurang. Sehingga, banyak sekali blog yang cuma berisi dua atau tiga tulisan, lalu ditinggalkan begitu saja karena itu tadi, minimnya apresiasi. Karena yang gue rasakan sendiri adalah, apresiasi (entah itu dalam bentuk pageviews, komentar, dll) termasuk dalam penyemangat gue untuk terus menulis. Kenapa gue tau? Karena gue pernah berada di posisi itu, sebelum gue bertahan dan terus menulis selama 3 tahun sampai sekarang.

Maka dari itu, gue bersama teman-teman di Celoteh Backpacker membuat #WeAreTravelBlogger berikut 5 W 1 H tentang #WeAreTravelBlogger

(What)

#WeAreTravelBlogger adalah sebuah “kompetisi” bukan hanya menulis tetapi juga mengomentari tulisan.

(Why)

Kenapa kalian harus mengikuti #WeAreTravelBlogger? Karena, selain ber-silahturahmi dan berkenalan dengan travel blogger lain, beberapa keuntungannya adalah : 

1. Menulis. Yah, karena ini adalah program menulis. Jadi mau gak mau, kalian kudu nulis.

2. Menuhin postingan. Buat yang males atau gak tau mau nulis apa, dengan mengikuti #WeAreTravelBlogger kalian akan diberikan tema perperiode untuk menulis.

3. Menaikan jumlah pengunjung blog serta komen di tulisan kalian. Jelas, karena pemenang bulanan dari #WeAreBackpacker dipilih bukan dari tulisan terbaik. Tapi komen terbaik! (Tapi tetep, bila ingin di komen dengan baik, buatlah tulisan yang baik pula).

4. Belajar mengapresiasi karya orang lain dan menyebarkan semangat menulis. Dengan semakin banyak pembaca dan pemberi komen, gue yakin kalian bakal makin semangat menulis. Juga, saling memberikan feedback.

5. DAPET HADIAH DARI WTVRBCPR!

(When)

#WeAreTravelBlogger akan diadakan setiap 1 periode (1 bulan) sekali dengan tema yang berbeda setiap periodenya. Terbagi dari 2 minggu masa penulisan dan komen. 1 minggu masa polling.

(Where)

#WeAreTravelBlogger diadakan di blog masing-masing peserta yang mengikuti. Namun, link postingan yang sudah kalian buat, akan dikumpulkan di Group Celoteh Backpacker untuk kemudian di-polling oleh blogger lain (yang mengikuti #WeAreTravelBlogger) berdasarkan komen terbaik di blog kalian. (Jelasnya ada di “How”)

(Who)

Semua Travel Bloggers bisa mengikuti dan menjadi peserta #WeAreTravelBlogger ini. Kalo pun blog kalian isinya random, asal suka menulis dan suka jalan-jalan, kalian tetep bisa kok mengikuti #WeAreTravelBlogger.

(How)

Tips Traveling Bareng Pacar


Uhuk..

Hemm..

Sebelum baca postingan ini, kalian coba baca Tips Mencari Travelmates ini >> http://www.whateverbackpacker.com/2012/12/tips-memilih-travelmates.html

Gini, yah. Gue nulis ini bukan berarti yang baca harus orang yang udah punya pacar. Yang gak punya pacar juga boleh kok baca. Siapa tau kan nanti kesampean punya pacar terus bisa traveling bareng. Yah, walaupun gak mungkin. Jomblo mah jomblo aja MUAHAHAHAHAHAHAHA~

"Cewek, kalo lo udah pacaran lebih dari 3 bulan tapi gak pernah diajakin traveling bareng, putusin!" - takdos

Udah, ah. Gue mau serius sekarang. Berhubung kemarin gue bahas tentang traveling bareng pacar di twitter. Gue jadi kepikiran, kenapa gue gak punya pacar nulis aja di blog. Secara gitu gue blogger, bukan selebtwit. Hazek~ Wan Wan Emoticons 4

Tips yang bakalan gue bagi ini adalah sebenar-benarnya tips dari profesional. Kenapa profesional? Karena gue udah tiga kali traveling bareng tiga wanita berbeda, guys. Jadi ilmu gue udah tinggi banget tentang traveling bareng pacar. Kalian belom pernah kan traveling bareng pacar? HAHAHAHAHAHAKESIAN!

Sebelum ngasih tips, gue mau ngasih tau dulu. Traveling bareng pacar itu seru. Apalagi pacar orang. Beuh! Pengalaman pertama traveling bareng pacar, gue ke Jogja selama 4 hari. Pengalaman kedua, gue ke Bali selama 5 hari. Dan yang terakhir, gue keliling 5 negara di Asia Tenggara selama 24 hari. Dan semuanya traveling ala backpacker, dan semuanya juga berakhir putus HAHAHAHAHANYING!Tutugo Emoticons 4

Yaudah, yang penting kan gue udah pernah traveling bareng pacar kan yah. Nah, sebelum memulai traveling bareng pacar. Ada beberapa tips yang bakal gue bagi ke kalian, yaitu :

3 Cara yang Bikin Perjalanan Makin Seru Versi Gue


Halo backpacker!

Udah lama nih gue gak ngasih tips-tips tentang backpacking. Iya.. iya.. sekarang kerjaan gue bukan cuma nulis dan mantengin blog doang. Selain nulis, gue juga sibuk nyari duit buat modal kawin. Dan ironisnya, sampai sekarang gue gak punya pacar. Hiks.

Gak apa-apa, sekarang gue punya prinsip, kalo penghasilan belom 50 juta/ bulan, gue gak mau punya pacar dulu. Tapi kalo pacar-pacaran mah, yah, ok lah. Sebenernya, gue tuh punya cewek yang gue suka, tapi dia itu udah ada yang punya. Terus.. Lah, lah, kok jadi curhat. Maap maap.

Yaudah, langsung aja, lah. Nih 3 hal yang bikin perjalan makin seru. Versi gue!


1. Trip yang tidak direncanakan
 

Yups, trip yang tidak direncanakan alias bodo-amat-gimana-ntar alias spontan atau dalam bahasa gaulnya adalah get lost. Trip dengan cara ini bakal bikin adrenalin lo semakin terpacu. Gimana nggak, misalnya, lo lagi bete diem mulu di rumah, terus tiba-tiba terlintas pikiran buat pergi jalan-jalan. Terus detik itu juga lo langsung berangkat ke tempat yang lo pengin datengin.

Contoh, pas masih kuliah, gue tiba-tiba bete di kelas. Terus gue ngajakin 3 temen gue buat cabut ke Pantai Sawarna sehabis pulang kuliah. Tanpa googling, tanpa bawa persediaan, tanpa packing yang memadai, kita langsung cabut ke sana. Dan akhirnya hangover mushroom selama 2 hari di Pantai Sawarna.

Atau pas gue lagi trip ke 3 negara, Filipina, Hong Kong dan Macau. Gue juga sama sekali gak googling di sana ada apa. Pas sesampainya di Manila, gue bingung mau kemana. Akhirnya gue tanya ke orang yang random jalan depan gue.

“Bro, kalo lo turis, lo pengin ke mana di deket-deket Manila ini?“ Tanya gue.

“Puerto Galera. Cuma 5 jam dari sini.” Jawab dia. Dan yak, gue pun langsung cabut kesana tanpa tau ada apa di Puerto Galera. Dan apa yang gue temuin malah di luar ekspektasi gue : Perjalanan gue makin seru dan gue gak kecewa dateng kesana karena gak ada ekspektasi apapun tentang Puerto Galera.

So, sobek itinerary lo!


2. Lakuin apa yang belom dan gak bisa lo lakuin di tempat lo berasal

My Rate Card


Hai, semua.

Gue sadar, sekarang adalah jamannya digital media. Apalagi semakin banyak digital agency yang akan memasarkan produk-produk kliennya melalui para blogger/ influencer.

Karena dengan banyaknya tawaran kerjasama yang datang ke email gue. Dan gue rada capek juga kalo harus ngasih tau satu-satu. Jadi, di postingan ini gue bakal ngasih tau rate card gue kalo ada yang mau ngiklan di whateverbackpacker.com maupun di twitter dan instagram gue (@takdos)

Berikut beberapa brand dan company yang sudah pernah bekerjasama dengan Whatever Backpacker


Interested in support and advertising?

1. Product Reviews

Selain menulis cerita perjalanan, gue juga menulis tentang produk-produk atau activity yang ingin lebih dikenal. Nantinya, postingan akan gue publish di main page, sehingga setiap ada yang membuka whateverbackpacker.com akan membacanya dan menghasilkan tambahan pengunjung ke website produk atau activity yang gue tulis di blog ini.

- 1 - 400 words with image : 6.500.000 IDR | 550 USD
- > 400 words with image : 7. 000.000 IDR | 600 USD
- article with video : 9.000.000 IDR | 850 USD
- just put your link in article : 1.000.000 IDR | 120 USD

2. Banner Ad.

-  Right Banner : (200px x 150px | 200px x 400px | 200px x >400px ) untuk bulanan, 3 bulan, 6 bulan dan satu tahun. (2.000.000 - 4.000.000/ month)
- Slide Banner : (700px x 306px) untuk bulanan, 3 bulan, 6 bulan dan satu tahun. (Rp. 3.000.000/ month)

3. Tweets on Twitter And Facebook Travel Blogger Forum - Instagram

Twit berbayar di akun @takdos dan atau memperkenalkan produk, jasa atau aktivitas di forum travel blogger yang gue kelola dengan jumlah member lebih dari 5.200 members.

- for 1 tweets : 450.000 IDR | 45 USD
- for 10 tweets : 4.200.000 IDR | 420 USD
- for >10 tweets : 400.000 IDR | 30 USD (each)

- for 1 post instagram : 750.000 IDR | 60 USD

4. Talkshow and Speaker

Menjadi travel blogger dan writer, bikin gue sering banget ditawarin menjadi pembicara di beberapa acar. Sejauh ini, gue sudah berpartisipasi menjadi pembicara di acara : 

  • Bandung International Expo (2011)
  • Travel Mart STPB (2011)
  • Jakarta Book Fair (2012)
  • ID Geek Girls (2012)
  • Gramedia Bali (2012)
  • Kaskus Lounge (2012)
  • Traveler UI (2012)
  • DiveBox - DiveMagz (2012)
  • Travel Expo STPB (2012)
  • Travel Mart STP Bali (2012)
  • Surabaya Expo (2012)
  • Ganeras UNPAD (2012)
  • Sarah Sechan Show (2012)
  • UNPAS Traveler (2013)
  • UI Travel Blogger (2013)
  • Digital Marketing at BCCF (2014)
  • UNPAD Young Entrepreneur (2015)
  • Tribun Jabar Roadshow Internet Sehat (2015)
  • Dan masih banyak lagi..

Selain berbicara tentang dunia traveling, gue juga biasa menjadi pembicara tentang penulisan kreatif, blogging dan entrepreneur. Jadi, berminat untuk mengundang gue jadi pembicara di acara kalian, just contact me for best rate.

- talkshow for 1 event : 4.500.000 IDR (exclude accomodation and transport)

5. Press Trip

Sebagai travel blogger, gue juga sering melakukan trip review ke destinasi dalam negeri maupun luar negeri. (contact me for best rate)

6. Cost

Setiap produk, jasa, aktivitas dan bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda. Pun dengan apa yang bakal gue tulis nanti akan disesuaikan dengan apa yang akan ditawarkan. Jadi, gue sangat fleksibel dengan apa yang akan kalian tawarkan dalam kerjasama ini. Termasuk gue akan memberikan rincian feedback berupa laporan dari google analytic tentang campaign produk atau jasa yang telah ditawarkan.

Untuk payment bisa melalui :
 
BCA (Bank Central Asia)
A/C No. 1571-3666-44 | Mochamad Takdis
Or
Paypal (contact me for Paypal)

So, If you just have some questions, I’d be delighted if you would contact me, and I can send you more details.

Email : adis-136@hotmail.com
Email 2 : whateverbackpacker@gmail.com

This is my google analytic ID :

UA-46924804-1 

for your references. Gracias!

Donating = Loving



Ide ini berawal dari pas gue ada job bareng sama @TravelJunkieID untuk nge-review salah satu hotel berbintang di Thailand. Keren, kan.

Tapi bukan itu masalahnya. Yang gue heran dari traveljunkie adalah, ada widget "Donating = Loving" di blognya. Ketika gue tanya widget itu buat apaan, doi jawab "Ya, buat ngasih tau orang, kalo mereka bisa donasi ke gue."

"Lah, emang ada yang mau?"

"Banyak!"

Gue pun cengo.

Cengo ketika tau ada yang rela ngasih donasi ke seorang travel blogger. Dan yang lebih bikin gue cengo lagi adalah, nominal yang didonasikannya pun gak tanggung-tanggung. Jutaan! Crazy!

"Kok bisa, sih?" Tanya gue lagi yang masih keheranan.

"Bisa. Mereka kan suka dengan apa yang gue tulis." Jawab dia.

Hemm.. gue pun mulai berpikir kritis. Dan cuma ada satu kata di otak gue, yaitu "Why?"

Oh, engga deng, 3 lebih tepatnya. "Why oh why?"

Setelah gue selidiki, gue baru tau, ternyata masalahnya cuma satu, yaitu ada di budaya menghargai. Yups, di luar negeri, khususnya negara maju, menjadi seorang blogger bisa dikategorikan sebagai sebuah pekerjaan. Mereka mendapatkan uang dari hanya menjadi seorang blogger.

Di Indonesia? Belum tentu.

Berwisata Dengan Pengalaman Berbeda Bersama Withlocals


Apa yang lo cari dalam sebuah perjalanan?

Makanan? Hiburan? Pantai? Jodoh? Gunung? Pemandangan hijau? Atau pengalaman bertemu dengan masyarakat lokal?

Pilihan paling terakhir adalah yang paling gue suka. Yups, bertemu dengan orang baru di sebuah tempat baru yang kita datangi itu priceless. Apalagi ketika kita ngerasain kearifan lokal mereka. Belajar banyak dari mereka. Dan bisa berkesempatan merasakan sedikit apa yang biasanya mereka lakukan.

Dulu, gue berpikir, kalo gue mau ngerasain kearifan lokal, gue harus backpacking sendiri. Datang ke suatu tempat dan bertemu orang baru secara mandiri. Jelas, karena kalo lo traveling dengan menggunakan travel agent, sudah dipastikan lo gak akan bisa ngerasain kearifan lokal tersebut karena semua perjalanan dan jadwal lo udah diatur. Betul?

Tapi ternyata gue salah, sob! Ternyata, ada sebuah konsep baru untuk industri pariwisata yang dibuat oleh startup asal negeri Belanda bernama Withlocals. Konsepnya adalah saling “mempertemukan” turis dan penduduk lokal agar bisa lebih berinteraksi. Withlocals sendiri sebenarnya berada di Eropa, namun destinasi wisata mereka berfokus  pada Asia. Khususnya Asia Tenggara, seperti Singapur, Malaysia, Thailand, Vietnam dan tentu saja Indonesia. Kenapa Asia Tenggara? Asia Tenggara dengan segala keanekaragamannya menjadi destinasi utama dari withlocals untuk dikunjungi.

Gue sendiri udah pernah backpacking ke beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapur, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina. Dan apa yang gue temui di semua negara itu hampir berbeda-beda, entah itu budayanya, bahasa, makanan, budaya, keindahan alam, semua berbeda. Dan itu yang membuat negara Asia Tenggara ini memiliki banyak keunikan.

Withlocals sendiri memberikan pengalaman baru, bukan saja kepada turis yang berwisata, namun juga kepada penduduk lokal yang turis kunjungi.  Jadi, turis bisa merasakan pengalaman yang gak akan mereka lupain, kayak masak dan makan bareng dengan warga lokal, serta berbagi pengetahuan, budaya dan keterampilan. Bukankah akan menyenangkan kalo kita mendapatkan pengalaman langsung dari orang lokal yang memiliki pekerjaan sebagai koki, petani, nelayan dan masih banyak lagi. Selain berlibur, kita juga bisa mendapatkan banyak sekali sesuatu yang baru. Amazing!


Karena berkonsep sharing-economy, dengan withlocals, kita juga (sebagai turis) bisa memberikan pendapatan tambahan kepada masyarakat lokal. Dan kita (sebagai masyarakat lokal/ hosts) akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Pendapatan bertambah, keluarga pun bertambah. Seru, kan?

Dan jangan khawatir, dengan withlocals perjalanan kita gak akan ngebosenin, karena withlocals sudah mengatur semuanya, termasuk kegiatan apa yang akan kita lakukan bersama masyarakat lokal yang sudah terlatih dan memang akan menyambut para turis dengan senang hati.

Intinya, dengan withlocals, kita akan mendapatkan pengalaman traveling yang menyenangkan dan tidak akan terlupakan! 


Find the ultimate experience

Connecting travelers with local through food and experiences

2013 dan Tuhan yang Baik Hati



Tuhan gak henti-hentinya ngasih gue keberuntungan.

Hemmm..
Rezeki lebih tepatnya. Karena gue gak percaya sama yang namanya keberuntungan. Orang yang bisa mendapatkan sesuatu, jelas itu atas apa usaha yang dia lakukan. Mungkin bisa disebut karma baik. Gue pernah posting satu tweet di twitter,

Gue gak percaya dengan pepatah, Apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai. Tuhan itu terlalu baik. Gue tanam salak, yang berbuah durian. Tuhan itu Maha Baik. Dia tau gue suka banget sama durian.

Selama tahun 2013 ini, banyak banget kejadian-kejadian yang gue alami. Tapi ada satu yang bikin gue bersyukur banget. Banget banget. Yaitu, gue bisa membagi rezeki dengan orang lain.

Di tahun ini, gue coba buat mulai berbisnis. Cita-cita gue adalah wirausahawan. Sedari gue kecil, saat orang tua lain menyuruh anaknya untuk belajar yang rajin supaya bisa kerja di tempat yang bergaji besar. Bokap gue malah nyuruh gue jangan kerja. Beliau nyuruh gue bikin kerjaan buat orang lain. Dan alhamdulillah, tahun ini gue udah bisa ngasih gaji buat beberapa orang yang kerja bareng gue. Itu priceless.


Filosofi gue, berbisnislah mulai dari apa yang kamu suka. Backpacking, adalah passion gue. Berawal dari buka Pre-Order tshirt yang berdesign tentang backpacking, gue dapet apresiasi yang (menurut gue) besar banget. Gue gak nyangka, Pre-Order pertama, dalam satu minggu, ada lebih dari 60 orang yang mesen tshirt yang gue jual. Amazing!

Dari situ, gue mulai coba-coba lagi bikin PO tshirt sampai akhirnya, sekarang, gue udah bisa bikin backpack dengan brand gue sendiri. Yes, WTVRBCPR. Itu brand gue. Sebutlah, satu kata yang terdiri dari 8 huruf itu sudah “membesarkan dan menghidupkan” gue. Dan itu gak pernah gue rencanain sebelumnya. Ngalir gitu aja.

Sekarang tahun 2013 udah mau abis. Dan gue bukan tipe orang yang suka bikin resolusi untuk tahun berikutnya. Tapi, untuk tahun depan, gue berdoa banget, gue berdoa, brand yang udah gue bangun selama kurang lebih 3 tahun ini bisa menjadi lebih besar. Kalo mau muluk-muluk, gue pengin brand WTVRBCPR bisa tersebar ke seluruh dunia. Bisa dipakai sama backpacker-backpacker bukan cuma dari Indonesia, tapi luar negeri. Dan itu lah apa yang sekarang sedang gue sulam. Menyulam mimpi, bersama teman-teman yang sekarang bekerja bersama gue.